Minggu, 31 Oktober 2010

Penyebab Tewasnya Firaun

Ini Dia Penyebab Tewasnya Firaun Tutankhamun

 
i
 
4 Votes
Quantcast

Penyebab kematian firaun Mesir yang paling populer, Raja Tutankhamun, akhirnya terungkap. Setelah dua tahun uji DNA dan CT scan pada mumi Raja Tut, dia dipastikan tewas karena komplikasi luka di kaki dan diperparah oleh penyakit malaria. Kenyataan lain yang terungkap, kemungkinan orang tua Tut adalah sepasang kakak adik.
http://ambassadors.net/archives/images/King_Tut_face_tomb.jpg
Studi DNA dan CT scan itu dipublikasikan dalam terbitan Journal of the American Medical Association, Rabu, 17 Februari 2010. Dua tahun pengujian terhadap mumi Tut, yang berusia 3.300 tahun, dan 15 mumi lain membantu mengakhiri mitos seputar firaun itu, yang masih berusia 10 tahun saat diangkat menjadi raja.
http://ambassadors.net/archives/images/whole_tut_vrt.jpg
Meski hanya memerintah Mesir selama sembilan tahun, Tut menarik perhatian publik. Kuburannya dipenuhi perhiasan dan artifak, termasuk topeng pemakaman yang terbuat dari emas, pada tahun 1922.
Studi menyebutkan bahwa Firaun Akhenaten, raja yang berupaya mengubah paham religius Mesir dari memuja banyak dewa menjadi satu dewa, sebagai ayah kandung Tut. Ibunya adalah salah satu adik perempuan Akhenaten.
Tut dinobatkan menjadi firaun pada usia 10 tahun pada 1333 Sebelum Masehi (SM). Dia memerintah selama sembilan tahun di masa-masa penting dalam sejarah Mesir Kuno.
Spekulasi berkembang terkait kematiannya pada usia 19 tahun. Sebuah lubang di tengkoraknya menambah spekulasi bahwa dia dibunuh. Hingga hasil CT scan tahun 2005 menunjukkan bahwa lubang tersebut kemungkinan diperoleh dari proses mumifikasi. Scan juga mengungkap kondisi patah tulang kaki yang dialami Tut.
http://ambassadors.net/archives/images/TUTANKH_AMUN_KING_TUT_CT_PRIVATE_MUMMY_HEAD_SCAN_(AD_000004.jpg
http://ambassadors.net/archives/images/TUTANKH_AMUN_KING_TUT_CT_PRIVATE_MUMMY_HEAD_SCAN_(AD_000003.jpg
http://ambassadors.net/archives/images/TUTANKH_AMUN_KING_TUT_CT_PRIVATE_MUMMY_HEAD_SCAN_(AD_000012.jpg
Tes terbaru memberikan gambaran bahwa firaun memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit bawaan. Kematiannya disebabkan komplikasi patah tulang dan malaria akut. DNA parasit malaria ditemukan di beberapa mumi.
“Patah tulang kaki karena jatuh kemungkinan menimbulkan kondisi menjadi berbahaya ketika infeksi malaria terjadi,” tulis artikel tersebut.
“Tutankhamun mengidap beberapa kelainan. Dia dibayangkan sebagai sosok muda, tetapi raja itu berada dalam kondisi lemah hingga memerlukan tongkat untuk berjalan.”
Sumber :
AP – dunia.vivanews.com / ambassadors.net

Rabu, 27 Oktober 2010

Sudah ada Aksara Batak di Komputer kan !!!

Dr. Uli Kozok


2009

English Translations of two articles of the Dutch Sanskritist Hendrik Kern.
1. H. Kern The Sanskrit-Inscription of King ?dityawarman at Kubu Rajo (Minangkabau; ±1300 ??ka). download
2. H. Kern The Inscription Commemorating the Consecration of the Amoghapasa Statue of Padang Candi (Central Sumatra); 1269 Saka. download

Senin, 25 Oktober 2010

Jawaban.com

Recharge Your Soul

Benih Dalam Kehidupan

MONDAY, 25 OCTOBER 2010

Total View : 294 times

Jika Anda menanam kejujuran, Anda akan menuai kepercayaan
Jika Anda menanam kebaikan, Anda akan menuai teman
Jika Anda menanam kerendahan hati, Anda akan menuai penghargaan
Jika Anda menanam ketekunan, Anda akan menuai kepuasan
Jika Anda menanam pertimbangan, Anda akan menuai cara pandang
Jika Anda menanam kerja keras, Anda akan menuai kesuksesan
Jika Anda menanam pengampunan, Anda akan menuai pemulihan hubungan
Jika Anda menanam iman di dalam Kristus, Anda akan menuai buah-buah roh
Jadi perhatikan benih apa yang Anda tanam saat ini; Apa yang Anda tanam saat ini akan menentukan apa yang akan Anda tuai nanti. 
Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. ~ Galatia 6:7
Sumber : Fathershands.com

Minggu, 24 Oktober 2010

Gearyn Thabita Br Panjaitan Waktu Kecil

Geralda Vania Br Panjaitan Waktu Kecil

Gerhard Matthew Panjaitan Waktu Bayi

Buku Ende Online

Alkitab Online

Rabu, 20 Oktober 2010

PKS Usulkan Dahlan Iskan Jadi Menteri ESDM

Kamis, 21/10/2010 12:55 WIB
PKS Usulkan Dahlan Iskan Jadi Menteri ESDM 
Elvan Dany Sutrisno - detikNews

<p>Your browser does not support iframes.</p>

<a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a59ecd1b' border='0' alt='' /></a>

Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut aroma reshuffle kabinet yang mengarah ke Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh. PKS pun mengusulkan Dirut PLN, Dahlan Iskan, menjadi Menteri ESDM menggantikan Darwin.

"Usulan saya yang cocok jadi Menteri ESDM itu Dahlan Iskan, saya kira dia sosok yang tidak punya kepentingan karena di Kementerian ESDM itu daya  tariknya luar biasa," ujar Wasekjen PKS, Zulkieflimansyah, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/10/2010).

Zul memuji kinerja Dahlan yang tegas dalam mengelola PLN. Sementara itu, Menteri ESDM saat ini dirasa belum optimal mengamankan sektor energi.

"Di Komisi VII yang kita hadapi memang Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, dan Menristek yang kinerjanya belum optimal," terang Zul.

Padahal, menurut Zul, Kementerian ESDM harus dikelola secara optimal. Paling tidak Indonesia makin kaya jika memiliki pengelolaan energi yang bagus.

"Kalau reformasi di ESDM itu jalan 80 persen ekonomi di Indonesia itu jalan," beber Zul.

Sementara itu, Darwin Saleh dianggapnya lamban melaksanakan tugas. Darwin baru fokus menjelang satu tahun Pemerintahan SBY.

"Menjelang injury time itu dia mulai menunjukkan keseriusan," tandasnya.

PKS memang partai yang cukup gencar menanggapi reshuffle kabinet. Sebelumnya PKS mengkritisi Kementerian sektor perekonomian dan hukum.

Sementara itu PAN malah membuka adanya rencana reshuffle di internal PKS. Beredar kabar Menkominfo Tiffatul Sembiring akan digantikan mantan Ketua Komisi I DPR dari FPKS, Kemal Stamboel.

(van/lrn

Selasa, 19 Oktober 2010

Pdt Ramlan Hutaean: TAKUTLAH AKAN TUHAN

Pdt. Ramlan Hutaean : TAKUTLAH AKAN TUHAN

Mazmur 128 :1 - 6


TAKUTLAH AKAN TUHAN

(Suatu cara untuk menjadikan hidup bahagia)
(Mazmur 128:1-6)

Hari esok harus lebih baik dari hari ini”. Kata ini tidak asing di telinga kita karena manusia di dunia selalu mengharapkan kehidupan lebih baik dari saat ini. Orang banyak melakukan hal untuk mendapatkan hidup yang baik seperti menggapai ilmu setinggi-tingginya, mencari pekerjaan yang baik dengan pendapatan yang cukup bahkan lebih.

Kehidupan lebih baik bukan sekadar harapan tetapi juga perjungan manusia untuk dirinya dan terlebih untuk orang yang disayanginya. Sebut saja salah satunya dalam sebuah keluarga, seorang ayah akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan istri dan anaknya, bukan hanya dirinya yang diperjuangankan tetapi kebutuhan istri terlebih anaknya dan pendidikan anaknya. Setiap orangtua tentunya ingin anaknya menjadi lebih baik dari dirinya (orangtuanya) saat ini. Oleh karena itu maka sang ayah dan ibu akan memeras tenaga dan pikiran/memutar otak hingga ada istilah ”kepala jadi kaki, kaki jadi kepala” yang mengungkapkan bahwa seseorang akan memperjuangkan jiwa dan tubuh untuk kemajuan dan kebaikan orang yang disayanginya.

Setiap manusia akan memperjuangkan apa yang baik untuk dirinya dan orang yang disayangi terutama keluarga. Mulai dari lingkup kecil yang merupakan pondasi awal yaitu keluarga yang terdiri dari seorang suami, istri dan anak, jika tidak dibina dalam harapan hidup lebih baik maka keluarga tidak maju berkembang kearah yang lebih baik. Jadi pondasi yang kuat dibuat dari suami, istri atau orang tua agar anak yang dianugrahi Tuhan dapat merasakan pancaran tanggungjawab dalam kasih untuk mendapatkan hidup yang lebih baik secara bersama-sama atau bersatu. Memang dengan usaha dan pikirian manusia dapat berinteraksi dan mengapai yang diharapkan tetapi akan sulit dan tidak seimbang jika manusia tidak menyertai Tuhan dalam settiap langkah, rencana yang kita gumuli saat ini.

Akan terasa bedanya jika kita mengandalkan kemampuan diri dengan kemampuan yang berasal diberkati oleh Tuhan. Kali ini kita diajak berrefleksi, bahwa hidup yang lebih baik tidak melulu didapat dari dunia, namun dapat dirasakan di dunia ini, yaitu berasal dari Tuhan yang dapat membuat hidup manusia berbahagia. Tentunya ada ketentuan yang berlaku sesuai dengan Firman Tuhan yaitu takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya (ay.1) dalam kehidupan kita sehari-hari.
 
Bagaimanakah pemahaman takut akan Tuhan? Takut dalam hal ini bukanlah seperti kita takut melihat sesuatu yang menakutkan yang dapat mengancam jiwa kita, akan tetapi takut yang dimaksud adalah menghormati Tuhan dengan cara mengenal, memahami, lalu berperilaku seperti yang Dia inginkan. Dalam hal ini adalah menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan dan bukan diri kita yang menjadi pusat kehidupan.

Dengan takut akan Tuhan pasti menghadapi banyak tantangan dan hambatan. Kita terlalu sering menempatkan diri kita menjadi pusat kehidupan kita. Terlalu sering kita melakukan apa yang kita inginkan dan mengacuhkan apa yang Tuhan inginkan dari kita. Melakukan apa saja yang kita inginkan bukanlah suatu jaminan bahwa hidup kita menjadi bahagia dan lebih baik. Dengan takut akan Tuhan berarti ada peraturan yang harus kita turuti dalam hidup ini.

Apakah kebahagiaan kita jika takut akan Tuhan? Adalah jika kita mampu menikmati hasil jerih payah kita. Fenomena yang terjadi pada masa kini adalah kecenderungan manusia yang tidak dapat menikmati apa yang telah diperolehnya. Perilaku manusia pada masa kini adalah selalu merasa kekurangan sehingga sifat kekurangan menjadikan manusia jatuh dalam ketamakan.

Dengan dapat menikmati apa yang ada padanya maka manusia akan mampu mengucap syukur pada Tuhan. Segala sesuatu yang ada padanya dirasakan sebagai karunia Tuhan yang sangat berharga dan untuk itu akan dipelihara dengan sunguh-sungguh. Hal inilah yang menjadikan hidup manusia menjadi bahagia dan lebih baik. Bukan harta yang banyak atau jabatan yang tinggi yang membuat hidup lebih baik akan tetapi takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya.  Amin.

Kamis, 14 Oktober 2010

1 Yohanes 2 : 28-29



          TINGGAL DALAM KRISTUS 
DAN  
BERBUAT KEBENARAN   
         
         
Nas ini sungguh mengusik pikiran kita karena bagaimana mungkin kita bisa tinggal dalam Kristus padahal Kristus itu tidak terlihat, tentunya kalau kita artikan secara harafiah memang tidak bisa tetapi arti dan makna  sesungguhnya bahwa Kristus harus selalu berada di hati kita sehingga tindak tanduk dan perbuatan kita bersandarkan hanya kepada Kristus Yesus. Halangan rintangan akan dapat dihalau dengan suka cita walau pahit sekalipun. Mengapa kita tinggal di dalam Kristus ? supaya apabila ia menyatakan diriNya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatanganNya (ayat 28).

Untuk lebih tegasnya nas ini juga mengajarkan kita untuk menjadi orang benar, karena Dia adalah benar, dan setiap orang yang berbuat kebenaran, lahir daripadaNya (ayat 29). Jadi tidak ada kebenaran lain selain yang bersumber dari Kristus, kalau kita mendengar atau melihat orang bersaksi kebenaran tetapi tidak bersumber dari Kristus maka sudah pasti itu bukan kebenaran. Tegas sekali dikatakan bahwa “tidak ada kebenaran yang lain” selain kebenaran Kristus.

Seringkali kita mengambil kesimpulan sendiri atas kebenaran, dan berani pula mengatakan sesuatu itu benar, apalagi yang disampaikan bukan berdasarkan iman percaya yang berasal dari Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita renungkan kembali perbuatan kita yang banyak menyimpang bahkan cendrung mempercayai kebenaran dunia yang banyak menjanjikan sesuatu yang indah, padahal akibatnya sangat buruk bagi kita. “Akan tetapi kita tahu, bahwa anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal yang benar; dan kita ada di dalam yang benar, di dalam anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal” (1 Yohanes 5 ayat 20) amin. (KAP)

Jumat, 01 Oktober 2010

RENUNGAN 0004

Setiap manusia unik adanya. Setiap individu dan nafas kehidupan ciptaan termulia ini sesungguhnya ada dalam rancangan yang sempurna dari Allah. Masing-masing kaya dengan talenta, bakat dan anugerah untuk mengubah manusia lain dan bahkan dunia. Sedemikian berharganya manusia hingga Allah yang Mulia mau merendahkan diri, turun ke dunia dan kemudian mati dalam usaha penyelamatan. Semua bagi memulihkan hidup manusia. Hubungan yang terputus antara manusia dengan Tuhan telah disambung.

Manusia telah menerima anugerah dan kasih karunia Allah. Nilai dan harga setiap nafas dipulihkan di hadapan Allah. Tidak mungkin ada ukuran kecerdasan, kekayaan, kuasa dan kehormatan yang dapat menggantikan kasih karunia dan anugerah tersebut. Ketika si kaya atau miskin, si jenius atau terbelakang mental, model tampan atau si buruk rupa, penguasa atau hamba sahaya datang pada Tuhan, maka semuanya ada dalam nilainya Tuhan. Semua menjadi bermakna, semua menjadi berharga. Talenta yang dipercayakan pada setiap nafas akhirnya berbuah talenta yang lain. Allah memberikan banyak contoh pelajaran hidup bagi ciptaan termuliaNya untuk membuat talentanya berbuah. Bahkan binatangpun dimampukanNya berbicara tentang hidup yang bermakna hingga mati

Ikan salem adalah jenis ikan laut yang unik. Pada musim bertelur, ikan salem akan berbondong-bondong kembali ke tempat asal ikan ini dilahirkan, di sungai jauh di atas dataran tinggi. Perjalanan ikan salem dari laut menuju hulu sungai memerlukan pengorbanan. Banyak rintangan, bahaya alam yang keras harus dihadapinya. Perjalanan ribuan kilometer, ombak besar, arus deras, batu karang yang tajam dilaluinya di laut. Memasuki sungai, ikan salem kembali menempuh arus deras, terkaman binatang pemangsa, bukit yang terjal, dan segala macam jerat manusia. Untuk mencapai tujuan di hulu sungai yang ada di tempat tinggi, ikan salem harus berjuang melompati jeram dan air terjun, atau bendungan yang tinggi. Ikan itu harus berenang dengan kecepatan 30 kilometer per jam agar mempunyai daya lompat setinggi tiga setengah meter!.
Semua rintangan dan bahaya tidak mengurungkan niat ikan salem untuk bertelur. Tubuh yang terluka akibat benturan bebatuan sungai tidak bisa membuat surut. Satu tujuan dilakukan untuk meneruskan generasi. Sesampai di hulu sungai, dalam keadaan lelah dan terluka, ikan salem mencari tempat terbaik bagi sarangnya, meletakkan telurnya dan akhirnya mati. Apakah selesai tugasnya?, apakah hanya demikian kisah hidup salem dewasa?. Apakah ribuan bangkai salem dewasa hanya akan mengotori sungai?. Ternyata tidak!. Allah berbicara banyak walau hanya lewat ikan salem.

Dalam waktu yang singkat telur-telur itu menetas sebagai generasi penerus. Ikan salem kecil yang berjumlah jutaan itu adalah wujud harapan salem dewasa yang menjadi kenyataan. Dengan apa salem kecil ini hidup?, apa yang dimakannya hingga ia mendapat cukup tenaga, masuk ke laut dan menjadi ikan dewasa?. Ilmu pengetahuan mendapatkan bahwa begitu banyak kandungan karbon dan protein yang berasal dari bangkai salem dewasa yang mati, membusuk dan terurai ternyata telah menjadi sumber makanan yang berlimpah bagi salem kecil. Ada makna dari hidup salem dewasa yang tidak diketahuinya saat hidupnya berakhir, salem dewasa tidak tahu namun anak salem merasakannya.

Bagaimana dengan kita sebagai manusia?. Tuhan rindu berbicara lebih banyak lewat kita daripada lewat ikan salem. Dia rindu kita menjadi pribadi yang bermakna dan berharga bukan saja sewaktu kita hidup tapi setelah kita mati. Tuhan rindu setiap pribadi manusia mewariskan makanan yang tidak akan ada habisnya bagi generasi penerus. Makanan yang bernilai kekekalan, berharga pengenalan akan Allah. Makanan yang bernilai janji dan berkat Allah namun juga makanan yang berwujud nasehat, teguran dan ketertiban. Hidup yang membawa kebenaran bagi generasi selanjutnya.

Tuhan begitu rindu memakai kita manusia untuk memberi banyak makna bagi dunia. Saat hidup berakhir ada jutaan talenta dihasilkan. Tuhan sendiri menuliskan dalam firmanNya: Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa dibumi; angkatan orang benar akan diberkati.” Berjuanglah dan bermakna sampai mati, ada jutaan talenta akan berbuah.
 

Anak Anak Ketika Berkumpul dengan Keluarga Besar




Wah..... anak - anak selalu gembira bila sudah berkumpul. Apalagi kalau yang kumpul keluarga besar, sungguh hebohhhh deh....... dang tardok senangnya. Berengma si Gernhard walau paling kecil tetapi tetap aja ikut kumpul....... asyik deh katanya....... Bergembiralah maka hati mu akan tentram, jauhkan gundah di hati..... Ok   

RENUNGAN 0003

Bila kita jalan-jalan ke pantai wisata yang memiliki ombak yang besar, biasanya kita akan melihat para peselancar beraksi dengan papan selancarnya dengan begitu piawai meliuk-liuk di atas ombak yang besar dan terlihat seperti nya mereka mempermainkan ombak itu, kadang-kadang terlihat juga seolah-olah mereka akan ditelan ombak yang sangat besar ketika mereka berada di kolong gelombang raksasa itu.

Mungkin jarang diperhatikan oleh kita ketika peselancar itu mulai naik ke atas papan selancar, mereka biasanya dengan seksama menunggu keadaan gelombang yang datang berturut-turut, jika ada gelombang yang besar biasanya mereka akan menunggu gelombang yang kedua setelah gelombang besar, karena sering gelombang yang kedua pasti lebih besar daripada yang pertama paling besar itu. Barulah mereka mulai berselancar di atasnya.

Demikian juga dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali kita terburu-buru dan cepat puas ketika Tuhan mulai menjawab doa kita, hal demikian tidaklah salah namun jangan lupa berterima kasih dan memberikan korban syukur kepadaNya. Karena sesungguhnya ada berkat lagi yang besar yang akan Tuhan berikan, sebab dengan cara demikian akan membawa kita pada second breakthrough atau terobosan kedua dalam hidup kita.

Perhatikan cerita alkitab tentang sepuluh orang kusta yang tertulis dalam injil Lukas 17:11-19, saat Tuhan Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta dan dalam perjalanan mereka sembuh, permohonan kesembuhan mereka dijawab oleh Tuhan saat mereka dalam perjalanan pulang, namun sebatas kesembuhan itu saja yang mereka peroleh, secara fisik mereka telah sembuh tapi pertanyaannya bagaimana dengan keselamatan jiwanya? Diakhir cerita ternyata satu orang dari antara mereka balik mencari Yesus untuk berterima kasih atas kesembuhan yang diperolehnya, secara di luar dugaannya Yesus berkata; “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau”. Ternyata ia mendapatkan keselamatan dari Tuhan sebagai bentuk apresiasi yang Tuhan berikan.
Jadi persoalan kesembuhan dan persoalan hidup yang dijawab Tuhan adalah penting bagi kehidupan kita di dunia, namun second breakthrough-nya yaitu keselamatan jiwanya yang lebih penting lagi karena bersifat kekal. Demikian pula dengan persoalan berkat yang telah kita terima saat ini, apakah kita telah menghitungnya dan memberikan ucapan syukur dan korban persembahan yang seimbang sebagaimana yang telah kita terima?

Semoga tulisan ini mengingatkan kita untuk senantiasa mengucap syukur pada Tuhan, Tentunya lebih baik dengan korban persembahan. Arti berkorban bukanlah kita memberikan sesuatu yang tidak berarti tapi berkorban artinya kita memberikannya dan pemberian itu cukup berarti dalam hidup kita atau sampai kita bilang “berasa juga” disaat kita memberikannya. Dan percayalah Tuhan pasti akan menghargai segala pengorbananmu itu sebagaimana kita menghargai orang lain yang mau berkorban bagi kita.