Kamis, 10 Januari 2013

1 Rajaraja 13 : 1 – 10



ABDI YANG MENDUA HATI



          Kasih dan keadilan bisa dikatakan seperti minyak dan air yang tidak dapat disatukan dalam kehidupan manusia. Di mana kasih berbicara keadilan yang diamputasi. Tampaknya kedua nilai itu saling bertentangan. Namun di dalam Allah, kedua nilai itu menyatu tanpa salah satunya mengalami distorsi (penyimpangan) makna. Insiden yang terjadi dalam nas ini merupakan suatu bukti bahwa kedua nilai itu dapat dinyatakan oleh Allah secara bersamaan tanpa distorsi nilai. Allah begitu membenci dosa Yerobeam. Allah secara tegas melarang abdi~Nya untuk makan atau minum apa pun di tempat Yerobeam. Sikap ini menunjukkan keadilan Allah bahwa yang berdosa tidak akan menerima konsekuensinya. 


          Allah pun memanifestasikan kasih~Nya dengan mengirim abdi~Nya dari Yehuda dan memberikan tanda-tanda seperti mezbah yang pecah dan tangan Yerobeam yang menjadi kejang (ayat 4-5). Sebenarnya Yehuda bisa saja melakukan persiapan untuk menyerang Yerobeam, tetapi sekarang Allah justru mengirim abdi~Nya dari Yehuda untuk memperingatkan Yerobeam agar bertobat. Itu semua dilakukan sesudah Yerobeam melakukan dosa yang begitu menjijikkan di hadapan Allah. Tetapi Abdi Allah itu mendua hati dengan mendengar permohonan belas kasihan dari raja Yerobeam untuk memohon belas kasihan Tuhan Allah sehingga tangan raja itu dapat kembali pulih menjadi seperti semula (ayat 6). 


Dalam nas ini Allah secara obyektif telah menempatkan setiap nilai pada porsinya, dan tetap melihat manusia sebagai makhluk ciptaan~Nya yang Ia kasihi dan tidak membiarkan adanya nafsu, emosi, dan unsur subyektifitas yang menjadi penghalang bagi membaurnya kedua nilai itu sehingga keduanya menjadi bias. Dalam diri manusia, unsur emosi dan subyektifitas selalu berperan paling dominan dalam mengambil sikap terhadap orang yang melakukan dosa, sehingga berakibat salah satu nilai itu harus dikorbankan. 


Untuk dapat kita renungan sebagai pengikut Kristus bahwa setiap orang adalah makhluk ciptaan Allah yang juga sebagai obyek kasih Allah, jadi mari kita selaraskan tindakan kasih dan keadilan bagi siapa pun. Amin (KAP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar