Tampilkan postingan dengan label Jangan Diskriminasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jangan Diskriminasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Oktober 2013

Silsilah Dinasti Banten, Abah Chasan dan Para Istri

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menjadi sorotan ketika KPK menangkap adiknya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dalam upaya suap Ketua MK, Akil Mochtar. Gebrakan KPK, termasuk mencegah Ratu Atut ke luar negeri, disambut banyak pihak sebagai awal runtuhnya "dinasti Banten".

Dinasti Banten keluarga Atut berawal dari sang ayah, Tubagus Chasan Sochib. Sang jawara Banten ini pernah berujar "Sayalah gubernur jenderal." Kalimat itu dilontarkan sang Jawara setelah Chasan mengantarkan pasangan Djoko Munandar-Ratu Atut sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten tahun 2001.

Nama Chasan berkibar melalui perusahaan CV Sinar Ciomas yang didirikan pada1970-an. Perusahaan kontraktor itu cikal bakal PT Sinar Ciomas Raya yang sahamnya dimiliki keluarga besar Chasan.
Proyek-proyek besar di Banten sudah pernah digarap PT Sinar Ciomas seperti pembangunan gedung dewan tahun 2006. Pelabuhan dermaga di Cigading pun digarap PT Sinar Ciomas. Pembangunan gedung DPRD Banten senilai Rp 62 miliar juga tidak lepas dari PT Sinar Ciomas.

Chasan Sochib meninggal 30 Juni 2011. Namun, pamor keluarga ini belum luntur karena keluarga besarnya menduduki banyak posisi penting di pemerintahan maupun bisnis.

Chasan memiliki banyak istri. Jumlah istri dan anak Chasan Sochib bukan "angka pasti". Istri pertamanya, Wasiah, ketika diwawancarai Tempo, tak bisa menyebutkan siapa saja istri Chasan. "Ada di mana-mana," katanya. Seseorang yang dekat dengan penerima gelar doktor honoris causa dan profesor dari Northern California University dan Global University International ini bercerita, "Chasan juga tak tahu jumlah dan nama semua anaknya."

Jumlah istri Chasan sebenarnya bisa terlihat dari data tentang ahli warisnya. Surat Mahkamah Agung yang diterima Tempo menunjukkan Chasan memiliki 25 ahli waris dari 6 istri.

** ISTRI PERTAMA, Wasiah Samsudin, menikah 2 November 1960 di Serang. Namun bercerai tahun 1991 :
MEMPUNYAI ANAK :
1. Ratu Atut Chosiyah :
JABATAN : Awalnya Atut menjabat sebagai wakil gubernur pada 2001. Kariernya naik menjadi Plt. Gubernur Banten pada Oktober 2005. Puncaknya, ia berhasil menduduki jabatan Gubernur Provinsi Banten periode 2007-2012 dan 2012-2017.
Suami : Hikmat Tomet yang menjabat anggota Komisi V Fraksi Golkar 2009-2014
Anak pasangan Atut dan Hikmat :
1. Andika Hazrumy menjabat sebagai anggota DPD Banten 2009-2014, Kordinator TAGANA (Taruna Siaga Bencana) Banten, Direktur Utama PT. Andika Pradana Utama, Direktur Utama PT Pelayaran Sinar Ciomas Pratama, Direktur Utama PT Ratu Hotel.
Istri : Ade Rossi Khoerunisa menjabat sebagai anggota DPRD Kota Serang 2009-2014.
2.Ratu Tatu Chasanah: Wakil Bupati Kabupaten Serang 2010-2015
3. Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan: Pengusaha dan Ketua AMPG Banten
Istri : Airin Rachmi Diany menjabat sebagai Walikota Tangerang Selatan 2011-2016.
Istri kedua...

** ISTRI KEDUA, Ratu Rapiah Suhaemi. Ia dinikahi Chasan Sochib pada 2 Mei 1969 di Serang. :
Dari Rapiah Suhaemi, Chasan mendapat lima anak :
1. Tubagus Haerul Jaman
Menjabat sebagai Wakil Walikota Serang 2008-2013 dan Walikota Serang 2013-2018.
2. Ratu Lilis Karyawati
Menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Kota Serang 2009-2014.
Suami : Aden Abdul Khaliq yang menjabat sebagai anggota DPRD Banten 2009-2014.
3. Iloh Rohayati
4. Tubagus Hendru Zaman
5. Ratu Ria Mariana

** ISTRI KETIGA, Chaeriyah. Tubagus Chasan Sochib menikahinya pada 21 Mei 1968. Namun mereka bercerai pada 2002. Dengan istri ketiga, Chasan dikaruniani lima anak :
1. Ratu Heni Chendrayani
Menjabat : Pengurus Kadin periode 2012-2017. Ia menduduki posisi Ketua Komite Tetap Asuransi Kendaraan.
2. Ratu Wawat Cherawati
Menjabat : Pengurus Kadin periode 2012-2017. Ia menduduki posisi Komite Tetap Pengolahan & Pemanfaatan Limbah Industri Pertambangan.
3. Tubagus Hafid Habibullah
4. Tubagus Ari Chaerudin, aktif di Gapensi kota Serang
5. Ratu Hera Herawati
Istri keempat...

** ISTRI KEEMPAT, Imas Masnawiyah dinikahi Chasan Sochib pada 06 Juni 1969 di Pandeglang dan sudah meninggal pada 17 Februari 1986.
Dengan istri keempat, Chasan mempunyai tiga anak :
1.Ratu Ipah Chudaefah
Guru di Kota Serang.
2. Ratu Yayat Nurhayati
3. Tubagus Aan Andriawan
**ISTRI KELIMA, Heryani Yuhana yang dinikahi Chasan 30 Mei 1988 di Pandeglang.
Istri kelima ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Pandeglang periode 2009-2014. Chasan dari Heryani mendapat lima anak :
1. Tubagus Erhan Hazrumi
Menjabat : Direktur PT Trio Punditama.
2. Ratu Irianti
3. Tubagus Bambang Saepullah
4. Tubagus Febi Feriana Fahmi

** ISTRI KEENAM, Ratna Komalasari dinikahi Chasan pada 8 April 1991. Ia menjabat sebaga anggota DPRD Kota Serang periode 2009-2014. Empat anak didapat Chasan dari Ratna Komalasari :
1.Tubagus Bambang Chaeruman
Menjabat : Bekerja sebagai kontraktor.
2. Ratu Aeliya Nurchayati
3. Tubagus Taufik Hidayat

EVAN | PDAT SUMBER DIOLAH TEMPO

Dinasti Keluarga Atut & Kemiskinan di Banten

Dinasti Keluarga Atut & Kemiskinan di Banten
TEMPO.CO, Jakarta - Politik Dinasti Banten kembali disorot setelah KPK menangkap Tubagus Chaeri Wardana, adik Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Publik dibuat tercengang dengan hasil sitaan KPK di rumah Wawan - panggilan Tubagus Chaeri di Jalan Denpasar, Jakarta. Ada 11 mobil mewah terparkir di rumahnya.
Mobil mewah dan upaya suap hingga miliaran rupiah itu sangat ironis mengingat masih banyak warga Banten yang miskin. Berita Resmi Statistik Provinsi Banten menyebutkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2013 mencapai 626.243 orang (5,74 persen), naik dibandingkan September 2012 sebesar 648.254 orang (5,71 persen).
Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan). Pada Maret 2013, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 70,87 persen, tidak jauh berbeda dengan September 2012 yang sebesar 71,06 persen.
Lima komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, mie instan dan tempe. Sedangkan, lima komodoti makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis kemiskinan di pedesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, kopi dan gula pasir.
Peningkatan jumlah dan persentase penduduk miskin selama periode September 2012 - Maret 2013 di perkotaan karena inflasi umum relatif tinggi, yaitu sebesar 3,80 persen. Selain itu, Perekonomian Banten Triwulan I 2013 melambat menjadi 5,76 persen, dibandingkan dengan keadaan Triwulan III 2012 yang mencapai 5,92 persen.

Jumat, 12 Juli 2013

Seorang Bayi Ditusuk 90 Kali Oleh Ibunya




Beruntung, mungkin itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi Xiao Bao, bayi laki-laki berusia 8 bulan di Cina. Ia masih bertahan hidup walau mendapat 90 tusukan di wajah.

Cerita sadis ini datang dari Xuzhou, provinsi Jiangsu, Cina Timur. Paman Xiao Bao menemukan bayi montok itu terbaring di depan rumah bermandikan darah. Ia pun langsung membawa keponakannya yang malang itu ke rumah sakit.

Seperti dilansir Dailymail, ibu Xiao Bao mengaku ialah yang menusuk anaknya berkali-kali. Alasannya? Xiao Bao menggigit sewaktu disusui. Akibat kekejaman ibunya sendiri, Xiao Bao mendapatkan 100 jahitan lebih untuk menutupi lukanya. Kini kesehatannya sudah pulih, hanya saja bekas tusukan masih tampak jelas di sekujur wajah.

Para tetangga sudah meminta pemerintah untuk mencabut hak asuh Xiao Bao dari ibunya, tapi permintaan itu ditolak. Alasannya tak ada bukti bahwa ibu Xiao Bao mengalami kelainan jiwa yang bisa membahayakan anaknya.

Dikutip dari Telegraph, menurut data tahun 2009, ada 173 juta penduduk Cina yang mengalami gangguan mental tapi tak pernah mendapat penanganan secara profesional.

Selasa, 02 April 2013

Dua Alasan Jemaat HKBP Tamansari Tolak Relokasi

TEMPO.CO, Bekasi- Jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan Desa Tamansari menolak tawaran Pemerintah Kabupaten Bekasi yang memindahkan lokasi gereja ke tempat lain. Ada dua alasan yang membuat jemaat bertahan di gereja yang terletak di Jalan MT Haryono Gang Wiryo Desa Tamansari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.


Pimpinan Jemaat HKBP, Pendeta Advent Leonard Nababan mengatakan, alasan pertama karena jemaat telah beribadah di gereja tersebut selama lebih dari 13 tahun. "Gereja itu juga dibangun di tanah milik kami (jemaat)," ujar dia saat dihubungi Tempo, Ahad 31 Maret 2013.

Alasan kedua, lanjut Leonard, terkait sulitnya perizinan yang menimpa sejumlah gereja, seperti GKI Yasmin, HKBP Ciketing, dan HKBP Filadelfia. Dia menegaskan, jemaat HKBP Ciketing juga sebelumnya diminta pindah dari tempat peribadatannya, menyusul izin pembangunan dari pemerintah kota setempat. "Namun hingga kini belum mendapat perizinan," katanya.

Leonard mengatakan informasi terakhir yang didengarnya yaitu pemerintah kabupaten menawarkan tempat beribadah jemaat HKBP Desa Tamansari di pindah ke gereja di kawasan Perumnas II Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. "Tapi tidak ada penawaran langsung dari pemerintah baik secara lisan maupun tulisan," ujarnya.

Leonard tetap menolak tawaran tersebut. Alasannya karena jarak lokasi gereja yang sangat jauh. Meski dijanjikan fasilitas transportasi, jemaat bakal menolak karena mereka dominan warga asli penduduk Kecamatan Setu. "Masak kami tidak boleh beribadah di tanah dekat kediaman kami sendiri," kata dia.

Dua Alasan Jemaat HKBP Tamansari Tolak Relokasi

Gereja Dihancurkan, Tak Halangi Jemaat Gereja HKBP Setu Merayakan Paskah


Jemaat HKBP Setu melakukan ibadah Paskah di lahan kosong dekat reruntuhan gereja mereka di desa Tamansari, Kecamatan Setu, Bekasi, Minggu(31/3). Menurut Pendeta HKBP Setu, Torang Simanjuntak kebaktian Paskah tahun ini dihadiri sekitar 250 jemaat, kebaktian berlangsung khidmat paska dirubuhkannya gereja ini oleh pemerintah kabupaten Bekasi pada tanggal 21 Maret 2013. TEMPO/Dwianto WibowoGereja Dihancurkan, Tak Halangi Jemaat Gereja HKBP Setu Merayakan PaskahGereja Dihancurkan, Tak Halangi Jemaat Gereja HKBP Setu Merayakan PaskahGereja Dihancurkan, Tak Halangi Jemaat Gereja HKBP Setu Merayakan PaskahGereja Dihancurkan, Tak Halangi Jemaat Gereja HKBP Setu Merayakan PaskahGereja Dihancurkan, Tak Halangi Jemaat Gereja HKBP Setu Merayakan PaskahGereja Dihancurkan, Tak Halangi Jemaat Gereja HKBP Setu Merayakan Paskah

Mediasi Soal Gereja HKBP Setu Bekasi, Buntu

Mediasi Soal Gereja HKBP Setu Bekasi, Buntu

TEMPO.CO, Bekasi - Mediasi antara puluhan pendeta dengan Bupati Bekasi Neneng Nurhasanah Yasin, Senin 1 April 2013, berlangsung buntu. Perwakilan dari pimpinan jemaat sejumlah gereja mengaku tidak puas atas pertemuan tersebut. "Bupati Bekasi tidak menjawab keluhan kami," ujar Binsar Pakpahan, salah satu perwakilan pendeta, Senin 1 April 2013.

Dalam pertemuan sekitar 1 jam itu, menurut dia, Bupati Neneng hanya menyatakan bahwa penyegelan dan pembongkaran gereja mereka sudah sesuai prosedur hukum. Dia sama sekali tidak menerangkan apa kebijakan dan tanggung jawabnya terkait adanya praktik diskriminasi kehidupan beragama di Kabupaten Bekasi.

Semula, kata Binsar, para jemaat meminta tanggapan Bupati Neneng atas dua kasus intoleransi yang paling menonjol di wilayah Bekasi. Pertama, persoalan Gereja Filadelfia di Tambun yang sampai saat ini disegel oleh pemerintah daerah, serta pembongkaran Gereja HKBP Tamansari Setu beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu, Bupati Bekasi menyatakan penyegelan gereja Filadefia dilakukan karena lingkungan warga sekitar gereja di Kampung Jejalen, Tambun Utara, tidak kondusif. Adapun keputusan pemerintah daerah membongkar Gereja HKBP Setu, kata Bupati Neneng, lantaran bangunan tempat peribadatan tersebut belum memiliki izin.

Menurut Binsar, jawaban bupati tidak sesuai logika karena jelas-jelas ada gereja yang sudah berizin di Filadelfia, tapi tetap saja ditutup. "Bupati Neneng seharusnya melindungi, bukan mendeskriminasi kami," kata Pendeta Erwin Marbun, juru bicara perwakilan pendeta.

Erwin menambahkan, upaya pemerintah daerah untuk memindahkan lokasi tempat beribadah juga tidak efektif. Itu karena bangunan gereja yang izinnya dipermasalahkan telah berdiri selama puluhan tahun. "Kalau berniat memfasilitasi, ya dimudahkan saja mengurus perizinan
pembangunan gereja," ujarnya.






Gereja Dihancurkan, Tak Halangi Jemaat Gereja HKBP Setu Merayakan Paskah