Tampilkan postingan dengan label Sabang Dalam Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sabang Dalam Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2013

Pulau Weh, Permata Di Ujung Barat Nusantara

Pulau Weh, Permata Di Ujung Barat Nusantara

Pulau Weh di Provinsi Aceh menawarkan keindahan alam yang luar biasa.

Saya kembali ke Pulau Weh setelah hampir lima tahun berselang. Keindahan pulau ini tetap tidak pudar walau kini makin ramai wisatawan berdatangan. Dari Banda Aceh, saya menumpang kapal feri cepat dari pelabuhan Ulee Lheue. Karena datang pada musim liburan, tiket harus dibeli beberapa hari sebelumnya.
Pantai Sumur Tiga yang sepi dan damai.
Sayangnya, ternyata punya tiket tidak menjamin saya dapat naik ke kapal karena tiket yang dijual jauh melebihi kapasitas kapal. Calon penumpang harus antre, dan bila kapal sudah penuh, bahkan yang sudah punya tiket pun harus menunggu kapal berikutnya.

Beruntung saya berhasil masuk ke ke dalam kapal dan mendapatkan sebuah kursi, sementara suami saya terpaksa duduk di lantai. Satu jam dalam kapal yang penuh sesak dengan ombak yang besar tampaknya cukup berat bagi beberapa penumpang. Kami tiba dengan selamat di Pelabuhan Balohan, Pulau Weh.

Memilih akomodasi di Pulau Weh tidak terlalu sulit, wisatawan biasanya memilih di Iboih, Sumur Tiga, atau Sabang. Jumlah penginapan di pulau ini meningkat drastis sejak terakhir saya ke sini. Kali ini saya memilih menginap di Sumur Tiga.

Lalu, apa saja yang menarik di Pulau Weh. Jawaban termudah tentu saja adalah pantainya. Pantai Sumur Tiga ibaratnya hanya beberapa langkah dari pintu kamar penginapan saya. Pantainya berpasir putih dan bersih, hanya ramai saat akhir pekan atau liburan. Kalau malam suasananya romantis, cocok untuk duduk-duduk sambil menikmati kopi.

Keesokan harinya, menggunakan sepeda motor sewaan, saya menuju ke Iboih. Pantai Iboih diapit oleh Selat Malaka dan Samudera Hindia. Biasanya di sinilah titik awal keberangkatan wisatawan yang ingin menyelam atau melakukan snorkeling. Tidak heran, di pinggir-pinggir pantai terdapat penyewaan jaket pelampung dan peralatan snorkeling. Beberapa operator selam juga berada di ruko-ruko di pinggir pantai ini.
Para wisatawan di Pantai Iboih.
Berbeda dengan Sumur Tiga yang sepi, Iboih sangat ramai. Bus-bus besar mengangkut rombongan wisatawan, demikian juga dengan mobil pribadi dan sepeda motor. Namun, keramaian ini tidak mengurangi keindahan Iboih.

Perairan di sekitar Pulau Weh adalah salah satu titik penyelaman favorit di Indonesia. Suami saya sempat menyelam di sini, dan menurutnya keindahan bawah laut di sekitar Pulau Weh tidak kalah dengan Bunaken dan Derawan.

Pulau Rubiah yang berada di sebelah barat laut Pulau Weh juga sering dikunjungi wisatawan. Nah, laut antara Pulau Rubiah dan Pulau Weh ini memiliki keragaman hayati yang luar biasa. Di sinilah biasanya wisatawan dibawa untuk melakukan snorkeling.
Pemandangan Pulau Rubiah dari Gapang.
Selain wisata pantai, tidak afdol rasanya bila berkunjung ke Pulau Weh tanpa menyempatkan diri ke Tugu Nol Kilometer. Letak tugu ini sekitar 8 kilometer arah barat Iboih. Sebenarnya tugunya sendiri tidak menarik, hanya merupakan sebuah bangunan yang kotor dan tidak terawat. Selain itu, banyak juga coretan di dinding Tugu Nol Kilometer ini.

Tugu ini terdiri dari dua lantai. Di lantai yang bertama terdapat prasasti peresmian tugu oleh wakil presiden RI pada saat itu, Try Sutrisno, pada tahun 1997. Di lantai kedua terdapat prasasti yang bertuliskan posisi geografis Tugu Nol Kilometer ini.
Tugu Nol Kilometer menandai ujung barat Indonesia.
Saya tidak berlama-lama berada di tugu karena saat itu kondisinya sangat ramai. Pengunjung berdesak-desakan untuk bergantian foto dengan prasasti. Kabarnya, pemandangan matahari tenggelam yang terlihat di laut barat Tugu Nol Kilometer sangat indah, namun sayang saya berkunjung saat tengah hari.

Ketika pulang dari Tugu Nol Kilometer menuju ke penginapan di Sumur Tiga, beberapa kali saya berhenti untuk mengambil gambar. Di Gapang, saya sempat terpukau melihat keindahan Pulau Rubiah. Saat itu langit biru bersih dipadu dengan pulau yang hijau dan laut yang berwarna biru jernih. Di sebuah warung kecil, saya menyesap kopi sambil menikmati indahnya alam di ujung barat nusantara ini.

Kamis, 04 April 2013

BPKS DIMINTA SEGERA FUNGSIKAN PELABUHAN

MOKI, SABANG-Wali Nanggroe Provinsi Aceh Malik Mahmud dan Gubernur Aceh Dr. Zaini Abdullah melakukan kunjungan kerja ke Kota Sabang Sabtu (30/03) pagi, turut juga dalam rombongan Adnan Ganto selaku Dewan Pengawas BPKS dan Ketua DPR Aceh.
Gubernur Aceh Dr. Zaini Abdullah pada kunjungan kerja kali ini didampingi Wali Nanggroe Provinsi Aceh Malik Mahmud dan Adnan Ganto selaku Dewan Pengawas BPKS serta Ketua DPRA adalah untuk melihat dan meninjau langsung Proyek yang telah dikerjakan oleh BPKS di tahun 2012.
Walikota Sabang Zulkifli H Adam bersama Wakil Walikota Nazaruddin dan Kepala BPKS Sabang Fauzi Husin yang didampingi Muspida dan Muspida Plus, serta Ketua DPR Kota Sabang, mengadakan penyambutan dengan pengalungan bunga di Pelabuhan Feri Balohan, selanjutnya langsung menuju lokasi yang akan dibangun Pabrik Solar Cell di Ulee Krueng Balohan Kecamatan Sukakarya.
Rombongan Gubernur yang rencananya hanya 5 jam berada di Sabang, melanjutkan peninjauan lokasi pembangunan Dermaga CT 3 yang telah selesai di tahun 2012 dan lokasi pelabuhan CT 1 yang telah siap pakai, sebelum mereka beristirahat untuk makan siang di Tuna Café Ujung Kareung, setelah itu rombongan menuju Mesjid Raya Kota Sabang Babbusalam untuk melakukan sholat bersama.
Kunjungan juga dilakukan ke Rumaha Sakit Angkatan Laut J. Lilypory untuk melihat cara kerja Chamber MultiPlace Hyperbaric yang telah selesai dibuat tahun 2012, Chamber adalah sebuah alat tabung untuk pertolongan saat terjadi kecelakaan laut seperti Dekompresi Signes. Kepada rombongan juga diterangkan bahwa Chamber  dapat dijadikan sebagai alat untuk pengobatan terapi terhadap berbagai penyakit seperti, DM, Stroke, Impotensi, Invertilitas, Barotrauma, Dekompresi Signes (penyakit peyelaman) dan berbagai macam penyakit lainya serta perawatan kecantikan.
Selepas dari Rumkital J.Lilypory rombongan menuju Bandara Umum yang dilanjutkan menuju Kantor Pusat BPKS untuk melakukan pertemuan membicarakan hasil kunjungan ke lokasi Kawasan Sabang. Pada pertemuan yang dilaknasakan di Aula BPKS, Walikota Sabang Zulkifli H Adam dalam laporannya kepada Gubernur Aceh mengatakan, sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada Wali Nanggroe dan Gubernur Aceh, Ketua DPRA, Dewan Pengawas BPKS dan rombongan yang telah  meluangkan waktunya untuk berkunjung ke Kota Sabang. 
Dikatakan, dengan letak yang strategis, apabila Pemerintahan Aceh dan Pemerintahan RI mau lebih memperhatikan kondisi dan letak yang sangat strategis Kota Sabang terutama pada usaha bidang ke Pelabuhanan, hal tersebut berpeluang karena banyaknya kapal-kapal yang melintasi daerah perairan pulau Weh setiap harinya mencapai 200 kapal dari berbagai jenis, dan juga sebagai batas wilayah paling ujung RI yang berhadapan dengan selat malaka maka perniagaan pelayaran sangatlah potensi, selanjutnya  kondisi alam parawisata yang telah dikenal oleh turis manca Negara perlu penataan yang lebih professional dan membutuhkan biaya yang besar.
Pelabuhan Teluk Sabang salah satu pelabuhan alam yang mempunyai kedalaman minimum 29 meter merupakan nilai jual tinggi bagi kapal-kapal untuk singgah di pelanuhan Sabang, apalagi kini pihak BPKS telah menyelesaikan tahap pembangunan Dermaga Pelabuhan CT 3, dan kini hanya tinggal tahap membebaskan tanah disekitar untuk memperluas areal wilayah pelabuhan penumpukan barang Peti Kemas, ujar Walikota Sabang.
Walikota juga menambahkan, sumber mata air di Kota Sabang ada 13 titik yang besar, meskipun Sabang hanya pulau yang kecil tetapi mempunyai beberapa buah danau, diataranya Danau Aneuk La’ot, Danau Paya Seunara yang kini telah diubah menjadi Waduk, Danau paya kareung dan beberapa danau kecil, dan ada juga Air terjun. Potensi ini sangatlah langka untuk sebuah daerah pulau kecil yang terhitung daerah pulau terpencil dan terluar yang juga  batas Nol Republik ini, tambah Walikota.
Free Port Harus Berjalan ujar Gubernur Aceh.
Gubernur Aceh Dr. Zaini Abdullah selaku Ketua Dewan Kawasan Sabang (DKS), setelah melaksanakan peninjauan pembangunan kawasan Sabang oleh BPKS mengatakan, memang alam wisata di Sabang sangat menakjubkan dan masih alami belum ternoda.
Kepada Walikota sebagai Kepala Pemerintahan Kota dan Wakillikota Sebagai Wakil Kepala Pemerintahan lebih serius mengutamakan pembangunan Industri Wisata yang sangat menjanjikan bagi kemajuan dunia perwisataan di Sabang, BPKS diminta dapat mendukung Program Wisata Pemerintah Daerah dan tugas itu menjadi tanggung jawab bersama, kata Gubernur. 
Ditegaskannya, Fauzi Husin selaku Kepala BPKS yang baru hendaknya dapat bergerak memajukan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang, jadi jangan hanya jalan ditempat, kan fasilitas kepelabuhanan telah memadai untuk dilakukannya pekerjaan bongkar muat juga telah siap menampung kapal-kapal yang akan melaksanakan bongkar muat di lokasi pelabuhan CT 3.
Perlu diketahui, dana yang telah dikeluarkan untuk pembangunan pelabuhan CT 3 telah mencapai Triliunan rupiah, jadi bila kita perkalikan secara berdagang kita sudah bisa bangkrut karena uang yang dikeluarkan dengan yang masuk tidaklah sesuai. “Saya tegaskan sekali lagi, kepada kepala BPKS agar dapat dengan segera merencanakan untuk kegiatan kepelabuhanan sesuai denga status Kota Sabang Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas”, kata Gubernur Aceh.
Asset yang dimiliki BPKS sekarang ini telah cukup memadai tetapi sampai dengan sekarang asset itu masih tidur ujar Gubernur pula, jadi BPKS harus dapat melakukan Lobi-lobi kepada Investor dari luar agar kegiatan pelabuhan dapat berjalan, segala sesuatu mengenai peraturan yang belum ada agar segera dapat ditindak lanjuti untuk diajukan ke Pemerintah Pusat.
Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang harus dapat berjalan sesuai dengan UU N0. 37 tahun dan UUPA sebab, sudah lebih dari sepuluh tahun Status Sabang sebagai Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas tetapi manfaatnya belum dapat dirasakan padahal, Pelabuhan Bebas bukanlah hal yang baru untuk Kota Sabang karena semasih Zaman Hindia Belanda tahun 1901 Sabang pernah maju, Ujar Gubernur.
Kita ini sekarang jauh lebih mundur dari Zaman Hindia Belanda sebab, Sabang pernah menjadi salah satu Pelabuhan tersibuk di dunia Pelayaran, kegiatan kepelabuhan masa itu masuk katagori nomor 3 tersibuk di Dunia setelah Belanda yang juga Pelabuhan Bebas, masa itu Pelabuhan Singapore saja belumlah seperti sekarang ini begitu juga Pelabuhan lainnya di Asean, jadi tugas kita khususnya BPKS kembali mengangkat Kota Pelabuhan Sabang di percaya oleh Investor Asing untuk menanamkan Investasinya dalam kegiatan bongkar muat Pelabuhan, Kata Gubernur Aceh, Dr. Zaini Abdullah.  
Dewan Pengawas BPKS Adnan Ganto pada arahannya mengatakan, kita tidak boleh melihat kebelakang sebab akan banyak yang enak dan tidak enaknya. Dulu banyak hal yang terkendala sebab tidak singkronnya kerjasama antara Piminan BPKS dan Walikota selaku Kepala Pemerintahan Kota Sabang, tetapi kini kita mengharapkan kerja sama itu dapat terjalin sebab Walikota juga selaku anggota DKS bersama Bupati Aceh Besar.
Adnan juga mengatakan, selama ini ada juga Investor yang akan masuk tetapi pada dua tahun terakhir ini mereka enggan dikarenakan terjadinya ledakan di Aceh Besar oleh Teroris sehingga mereka takut berinvestasi ke Aceh, namun sekarang ini telah aman apalagi khususnya Kota Sabang yang sejak dulunya jauh dari konflik apalagi di sini ada TNI AD, AL dan AU, jadi personil pihak TNI lengkap ditambah lagi ada Polres.
“Pimpinan BPKS harus dapat menjalin kerjasama ini bersama Walikota, Muspida dan Muspida Plus serta Instansi terkait seperti Bea Cukai, Karantina dan Syahbandar, tujuannya agar para Investor mendapat jaminan Keamanan dan kenyamanannya saat berinvestasi baik saat membangun Pabrik maupun saat melaksanakan bongkar muat barang Peti Kemas ataupun berupa jenis barang Cargo untuk dilukakan penumpukan barang di Sabang”, kata Gubernur.
Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud pada arahannya mengatakan, Kota Sabang  merupakan asset Wisata yang paling besar dimiliki Aceh khususnya Republik Indonesia, tetapi sayangnya belumlah terpakai, padahal posisinya paling Strategis dipintu Barat masuk selat malaka dan paling vital bagi Pertahanan Negara, ujar Wali Nanggroe.
Pemandangan alam yang belum tersentuh dan terpoles merupakan modal wisata bahari yang sangat menjanjikan bagi kemajuan Sabang selain Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas, sementara Malaysia dan Singapore merupakan pintu masuk wilayah timur telah maju pesat padahal pelabuhan Kuala Lumpur dan Johor terbilang baru bila kita bandingkan dengan Sabang ditahun 1901 Free Port awal Zaman Hindia Belanda, dan kita sebagai satu-satunya daerah pintu masuk wilayah barat selat Malaka sampai dengan sekarang belum lagi bergerak, ujar Malik Mahmud.
Polemic yang ada selama ini karena kurangnya koordionasi pihak BPKS dengan Pemerintah dan juga dengan para pedagang-pedagang, jadi tiga dimensi ini harus kompak, kedepan dibawah kepemimpinan Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Zaman Aceh era baru ini, hubungan itu sudah semakin membaik dan telah lebih ditingkatkan antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kota Sabang juga dengan Angkatan Perang, jadi tidak ada istilah tidak bisa maju apalagi pelabuhan CT3 yang bertaraf Internasional telah selesai, tunggu apalagi.
Ditambahkannya, Aceh kini telah aman dan Investasi sudah dapat ditanamkan di Sabang, jadi lobi-lobi sudah harus dilakukan oleh BPKS kepada para pedagang dari luar negeri untuk berinvestasi sebab, bila kita perbandingkan dana yang sudah keluar tidak Balans maka setiap rupiah yang keluar harus kita Provit, oleh karena itu pelabuhan harus dapat berjalan untuk melakukan bisnis yang menghasilkan, seperti Bisnis Maritime Internasional,Turis Internasional  harus ditingkatkan kerjasama antar  Luar Negeri sebab, segala fasilitasnya telah terdedia, pungkas Wali Nanggroe. (Tiopan. AP)

Foto  :  
  1. Gubernur Aceh, Wali Nanggroe, Dewan Pengawas BPKS dan Ketua DPRA beserta rombongan ketika disambut Walikota Sabang Zulkifli H Adam di Pelabuhan Feri Balohan Kecamatan Sukajaya Sabang.
  2. Ketika Melakukan Pertemuan Hasil Kunjungan ke Lokasi Kawasan Sabang di Aula Kantor Pusat BPKS Kuta Barat (Sabang Fair) Kota Sabang.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Delegasi Sabang Bertemu 30 Pengusaha Belanda


Delegasi Sabang Bertemu 30 Pengusaha Belanda

Posted By: admin on Jul 25, 2011 in Berita



Den Haag (21/07/2011). Kuasa Usaha Kedutaan Republik Indonesia  untuk Kerajaan Belanda Umar Hadi membuka Pertemuan Bisnis delegasi Pemerintah Kota Sabang dan BPKS yang  dihadiri sekitar 30 pengusaha Belanda di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag Kamis (21/07/2011) pukul 14.00 waktu setempat.  Delegasi Sabang yang sudah hampir seminggu melakukan promosi pariwisata dan investasi Sabang di negara-negara Eropa tersebut dipimpin oleh Walikota Sabang Munawar Liza Zainal.  Sedangkan kalangan pengusaha Belanda yang hadir termasuk dari perusahaan perkapalan, perusahaan travel, asosiasi pengusaha perikanan, konsultan keuangan dan para pengusaha lainnya yang tertarik mempelajari potensi investasi di Sabang.
Pertemuan ini diawali dengan makan siang bersama pengusaha dan pihak KBRI Den Haag dan rombongan Walikota Sabang. Dalam pembukaan pertemuan tersebut, Kuasa Usaha KBRI Umar Hadi  mengatakan bahwa Sabang dan Aceh merupakan wilayah yang sangat strategis serta mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan.  Karena itu pihaknya siap memfasilitasi dan mempromosikan Sabang untuk mempercepat kemajuannya dimasa akan datang.  Umar juga menawarkan agar Sabang dan Aceh dapat berpartisipasi pada Pasar Malam Indonesia di Malieveld Den Haag yang akan digelar pada awal tahun 2012.
 Sementara itu, dalam pertemuan tersebut Walikota Sabang Munawar  Liza Zainal memaparkan 3 hal di depan para pengusaha Belanda yang memadati ruang Nusantar  KBRI, Den Haag yaitu letak geografi Sabang, sejarah hubungan Sabang dan Aceh dengan Belanda dan serta potensi dan kelebihan Sabang. Munawar juga menyampaikan beberapa insentif bagi kalangan penguasaha yang berminat berusaha di Sabang seperti adanya kebijakan bebas bea masuk dan pajak barang mewah di kawasan Sabang, serta kemudahan perizinan satu atap yang dikoordinir dibawah BPKS.
Selain itu Munawar juga menyampaikan bahwa pertemuan dengan pengusaha   Belanda ini dimaksudkan untuk mempromosikan potensi alam dan pariwisata Aceh khususnya Sabang kepada masyarakat Belanda. “Belanda merupakan pintu gerbang Eropa yang sangat penting dan strategis untuk memajukan suatu kawasan pariwisata Sabang dan Aceh” kata Munawar. Munawar Liza yang didampingi Deputi Umum BPKS Lukman Age, Kepala Bidang Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang M. Ali Taufik,  Ketua Rumoh Aceh Internasional Fauzi Umar, Dr. Muhammad Subhan, anggota DPRK Kota Banda Aceh Mukhtar, Zulfan dan Muhammad Taufik.
Pada pertemuan tersebut sejumlah pengusaha berminat untuk melihat langsung potensi Sabang, dan menjajaki untuk melakukan kunjungan langsung ke Sabang dalam waktu dekat. Bahkan salah satu pengusaha Tour dan Travel, yakni Deva Tour yang berbasis di Utrech akan menjual paket promosi ke Sabang dengan harga khusus discount hingga 50 % untuk turut mensukseskan Sabang Regata Internasional pada bulan September 2011 ini.

Minggu, 09 Januari 2011

Bagaiamana Sabang ku ..........


Sabang itu indah luar biasa, pemandangan yang elok mata terkagum memandang. Siapapun pasti mengatakan waaaahhhh tak terkalahkan.....

Tetapi bagaimana dengan kehidupan rakyatnya ???

Kalau bertahan mau kerjakan apa, kalau sudah merantau rindu tak terkira. Mau pulang waktu tak bisa..... jauh ..... jauh.....

 Wahai Pemimpin Negeri................ penahkah kalian memikirkan ini ????

lahir di Sabang ; rumah di Sabang ; keluarga di Sabang tetapi cari makan di negeri orang...... oh..... sungguh menyedihkan .......

Kalaulah Superman, Zorro, Spiderman, dan tokoh pahlawan dalam kartun lainnya bisa di bawa ke alam nyata maka kami minta tolong kepadanya......

Bisakah kau pemimpin negeri mencontoh kepahlawanan kartun, jawaban ada di tangan mu.......... inilah kenyataan di Sabang bahwa yang bisa hidup hanyalah PNS. Kalau mereka sudah pasti dapat gaji tetap tiap bulan. Bagaimana dengan yang wiraswasta, pedagang, penjual jasa, buruh, petani, nelayan........ bisakah mereka mendapat gaji seperti PNS. Sungguh menyakitkan penderitaannya........

Ini adalah teriakan suara anak Sabang di Rantau................ Perhatikan saudara kami yang masih tinggal di Sabang .......... ciptakan lapangan kerja, tingkatkan perdagangan majukan parawisata bukan sekedar basa -  basi dan omong doang .......... Salam Damai

Selasa, 23 November 2010

WISATA SABANG

WISATA SABANG


i

Rate This
Quantcast


Peta Pulau Weh
Peta Pulau Weh
Sabang adalah sebuah kota yang terletak di pulau yang bernama Pulau Weh, ini artinya pulau yang terpisah. Pulau ini terletak di sebelah utara kota Banda Aceh dengan jarak lebih kurang 18 mil dan dapat ditempuh selama 2 jam dengan kapal Ferry dan 45 menit dengan kapal cepat. Di kawasan ini juga banyak terdapat pulau-pulau kecil lainnya seperti pulau Rubiah, pulau breeh, dll. Sabang banyak mempunyai obyek wisata yang dapat dikunjungi dan sudah terkenal ke manca negara. Jika kita menuju ke arah barat, sampai di ujung barat terdapat sebuah monumen/tugu, Tugu Kilometer Nol, yaitu tugu dimana titik awal perhitungan luas Indonesia dari Sabang Sampai Meuroke.
Tugu Nol Kilometer
Tugu Nol Kilometer
Untuk mencapai tugu ini kita dapat menempuh perjalanan darat dengan mobil, kira-kira jauhnya 15 km. Biaya yang harus dikeluarkan/ongkos adalah Rp 50.000,- per orang dari pusat kota.
Sebelum nyampe  di KM NOL masih banyak obyek wisata yang dapat dinikmati yaitu Obyek Wisata Iboih, yang jaraknya cuma 5 km dari kota sabang. Disini juga banyak yang dapat dinikmati misalnya mancing, suasana pasir putih yang bersih. Disini juga tersedia berbagai macam sajian menu makanan, mi rebus pake udang, pake kepiting, pake telor, dan macam seafood lainnya. Dari iboih juga dapat melakukan penyeberangan menggunakan boat sewaan untuk melihat Obyek wisata Pulau Rubiah,
Pulau Rubiah Tampak Dari Jalan Ke KM Nol
Pulau Rubiah Tampak Dari Jalan Ke KM Nol
dengan banyaknya hiasan bawah laut, terumbu karang yang berwarna-warni dan ikan-ikan juga berwarna-warni yang cukup menarik. Boat butuh waktu sekitar 2 jam untuk mengitari pulau ini. Biaya sewa per boat hanya Rp 200 ribu rupiah yang dapat dinaiki sampai 10 orang. Pulau Rubiah memang tidak berpenghuni, tapi banyak wisatawan mancing karena banyak ikan-ikan batu karang, misalnya ikan kerapu, cumi-cumi besar, dan lain-lain.
Demikian juga,
Pintu Gerbang Masuk Ke Gapang
Pintu Gerbang Masuk Ke Gapang
sebelum anda nyampai di Iboih dan Pulau Rubiah, masih ada Obyek Wisata Gapang yang hanya berjarak 4 Km dari kota Sabang. Daerah ini juga mempunyai obyek wisata pasir putih yang indah. Disini juga tersedia Cottage yang disewakan, untuk sewa permalam tergantung jenisnya,
Siap-Siap Diving
Siap-Siap Diving
tersedia dengan harga Rp 150.000,- sampai Rp 300.000.- Anda dapat menikmati berbagai macam sajian makanan seperti di Iboih. Tapi yang utama disini ada tempat Diving bahkan ada sekolah Diving. Kita dapat menyewa alat-alat yang dibutuhkan untuk diving, totalnya per orang cuma Rp 50.000,- Anda dapat diving sepuasnya, jika haus tersedia aneka juice dan kelapa muda yang cukup enak.
Sekian dulu infonya, nanti boy nyambung lagi ya …

Pemko Sabang Tantang Pengusaha Swasta Untuk Berinvest di Sabang

Pengusaha Swasta Untuk Berinvest di Sabang

Pemko Sabang Tantang Pengusaha Swasta Untuk Berinvest di Sabang

E-mail Print PDF
Pemerintah Kota Sabang tantang para pengusaha swasta untuk menanamkan invest atau modalnya di Sabang terutama di sektor Pariwisata, bahkan Pemerintah Kota Sabang seperti yang di akui oleh Wakil Walikota Islamuddin ST Jum’at (17/9) kemarin pihaknya akan memudahkan semua urusan terkait perizinan dan hal lainya.
Menurutnya, Pengembangan pariwisata di Kota Sabang ini tidak hanya bergantung dari peran Pemerintah Daerah saja, melainkan juga memerlukan peran serta dari pihak swasta. Mendukung hal itu, Pemko Sabang akan memberikan kemudahan seperti regulasi perizinan untuk investasi di bidang pariwisata baik yang berskala kecil maupun besar.
"Infrastruktur sudah maksimal, hanya saja tinggal menunggu pihak swasta yang ingin berinvestasi," ujarnya..
Karenanya, dengan semakin meningkatnya kunjungan wisata ke Kota Sabang ini dengan sedirinya telah membuka peluang bisnis bagi pelaku-pelaku usaha untuk mengerakan usaha di Kota Sabang ini. Untuk itu, dengan fasilitas dan minat kunjungan wisata yang terus mengalami peningkatan, Pemerintah Kota Sabang menantang para pelaku usaha untuk berinvestasi di Sabang ini. "Kita tantang untuk berinvestasi, selama ini kita melihat pihak swasta kurang berani untuk investasi," katanya.
Menyangkut dengan kemudahan yang akan diberikan kepada pihak yang ingin mengembangkan usaha, Islamuddin mengatakan jika ada pelaku usaha yang benar-benar serius untuk mengembangkan usaha, pihaknya akan memberikan kemudahan untuk berbisnis salah satunya kemudahan regulasi dan perizinan. Bahkan, lanjut Islamuddin, pihaknya juga bersedia memfasilitasi lahan, jika memang benar-benar ada investor yang serius membangun resort-resort di kawasan pariwisata.
Menurutnya, sejauh ini di saat-saat tertentu banyak para wisatawan yang berkunjung ke Kota Sabang ini sering tidak mendapatkan penginapan. Sehingga ini menjadi tantangan dan peluang investasi yang pantas di kembangkan oleh pihak swasta.
Dengan demikian, bisnis penginapan di Kota Sabang ini merupakan potensi yang seharusnya dapat dikembangkan menyusul belakangan ini semakin seringnya dibuat berbagai event daerah maupun nasional di Kota Sabang ini.  "Ini terus meningkat, karena agenda yang telah ada akan ada bebebagai event yang bakal di gelar hingga akhir tahun ini," ujar Islamuddin seraya menyebutkan hingga akhir tahun ini event yang bakal digelar diantaranya Kongres JKMA, Hari Aksara, Kegiatan Pramuka tingkat nasional dan kegiatan lainnya.