Tampilkan postingan dengan label Wow 02. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wow 02. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 November 2013

Aneh, Pulau Ini Hanya Muat Untuk Satu Rumah!

 Aneh, Pulau Ini Hanya Muat Untuk Satu Rumah!
DREAMERSRADIO.COM - Jika biasanya pulau identik dengan tempat yang besar dan bisa menampung banyak rumah atau tempat wisata. Maka jangan heran jika kamu datang ke pulau yang berlokasi dekat dengan perbatasan Kanada-AS, di sungai St Lawrence, bagian timur Ontario.
Yap, ‘Just Room Enough’ adalah sebuah pulau pribadi yang hanya cukup untuk menampung sebuah rumah dengan sebuah ruang. Pulau ini dinamai ‘Just Room Enough’ oleh keluarga Sizeland yang membelinya pada tahun 1950.
Alasan keluarga ini membeli pulau tersebut adalah untuk menjauh dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan sehari-hari. Mereka ingin pulau ‘Just Room Enough’ menjadi pulau liburan keluarga.
Namun tanpa disangka-sangka, pulau tersebut malah menjadi objek wisata yang sangat populer karena keanehannya.
Dilansir dari twistedsifter, ‘Just Room Enough’ merupakan bagian dari Kepulauan Seribu di Sungai St. Lawrence. Pulau ini adalah yang terkecil dari 1.864 pulau yang masuk dalam kepulauan di Ontario dan New York.
Dikabarkan juga bahwa ‘Just Room Enough’ termasuk pulau yang sah dari Kepulauan Seribu karena pulau mungil ini memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh negara Kanada:
1) Level di atas air sepanjang tahun
2) Memiliki luas lebih dari 1 kaki persegi (0.093 m2)
3) Terdapat setidaknya satu pohon hidup
Wah, aneh-aneh saja ya Dreamers? ^^
(dits)
Dreamers Radio

Selasa, 19 November 2013

Cerita kelihaian Bung Karno hadapi spionase asing

Soekarno (Getty Images)

MERDEKA.COM. Menyikapi penyadapan Australia terhadap telepon selulernya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) nampaknya harus belajar banyak dari Bung Karno. Ponsel Bung Karno memang tidak pernah disadap (karena sampai matinya, alat komunikasi model begitu belum ada) tetapi sang proklamator menjadi orang yang sampai senjakala kekuasaannya selalu dimatai-matai asing, khususnya Amerika Serikat (AS).

Bahkan tuduhan bahwa Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) adalah puncak dari kudeta merangkak yang dilakukan Soeharto, semakin jelas dengan adanya dokumen Central Intelligence Agency (CIA), agen rahasia AS. Telegram rahasia dari Kedubes AS di Jakarta kepada Departemen Luar Negeri AS, sehari pasca-penerbitan Supersemar, menyatakan: "Indonesia baru saja melancarkan sebuah kudeta militer (military coup)."

Oleh kudeta merangkak, Bung Karno memang akhirnya jatuh dari kursi kekuasaannya. Namun, soal menghadapi spionase CIA, pemimpin besar revolusi itu jagonya.
Pernah pada 1958, saat pemberontakan PRRI/Permesta bergolak, Bung Karno menunjukkan kelihaiannya dalam mengelola konflik dengan AS akibat tertangkapnya Allen Lawrence Pope, agen CIA yang membantu para perongrong republik.
Pope tertangkap dalam usahanya mengebom armada gabungan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dengan pesawat pembom B-26 Invader Auref (Angkatan Udara Revolusioner), tujuh mil lepas pantai Tanjung Alang, tak jauh dari Kota Ambon. Pemboman itu gagal. Pope berhasil ditembak jatuh, meski akhirnya selamat berkat parasut yang mengembang dan kemudian ditangkap tentara republik.

Tidak seperti agen CIA lain, dalam aksinya Pope sengaja membawa sejumlah identitas dalam pesawat. Pelanggaran prosedur CIA oleh Pope ini akhirnya yang justru memudahkan ABRI membuktikan bahwa ada Amerika di balik aksi sang mata-mata.

Tahu agennya tertangkap dalam keadaan tidak 'bersih', AS mulai cuci tangan agar tidak kehilangan muka dari Bung Karno, yang dikenal tidak berpihak ke Blok Timur maupun Barat. Semua cara dilakukan pemerintahan AS di bawah Presiden Eisenhower untuk membantah keterlibatan negaranya dalam spionase itu, meski semua bukti akhirnya berkata lain.

Melihat hal itu, Bung Karno justru memanfaatkan kondisi Amerika yang lagi gelagapan. Bung Karno bahkan menyebutkan adanya kemungkinan bantuan dari sukarelawan-sukarelawan penerbang Cina, musuh AS dan mencuatnya Perang Dunia III.

Gertakan Bung Karno itu terbukti ampuh. Washington akhirnya bersikap ramah terhadap republik. Dalam waktu lima hari, permintaan Indonesia agar dapat mengimpor beras dengan pembayaran rupiah, disetujui.

Tidak hanya itu, bola politik pun benar-benar dimainkan oleh Bung Karno. Penahanan Pope bahkan diulur untuk mendapatkan manfaat keramahtamahan diplomasi AS.

Hasilnya, embargo senjata terhadap republik dicabut. Kemudian, AS juga segera menyetujui pembelian senjata juga berbagai suku cadang yang dibutuhkan ABRI termasuk suku cadang pesawat terbang AURI. Seketika itu juga dukungan AS terhadap pemberontak PRRI/Permesta dihapuskan.

Yang tak kalah menarik dari kisah Pope ini adalah ucapan si penerbang ketika dia ditangkap: "Biasanya negara saya menang, tapi kali ini kalian menang."

'Menang' selalu ada di halaman depan kamus Bung Karno. Lalu, bisakah Presiden SBY menang melawan spionase asing (Australia) yang telah menyadapnya?

(Dari berbagai sumber)






Cerita kelihaian Bung Karno hadapi spionase asing

Saat Disadap SBY Pakai Nokia, Boediono BlackBerry

Saat Disadap SBY Pakai Nokia, Boediono BlackBerry
TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pejabat negara, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, disadap Australia pada pertengahan 2009 lalu. Presiden bahkan disadap selama 15 hari.
Laporan penyadapan itu pertama kali dimuat di harian Sydney Morning Herald pada 31 Oktober 2013. Harian itu memberitakan tentang keberadaan dan penggunaan fasilitas penyadapan di Kedutaan Besar Australia di Jakarta dan negara-negara lain. Laporan juga menyebutkan penggunaan fasilitas penyadapan di Kedutaan AS di Jakarta.
Selain SBY, penyadapan dilakukan kepada Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, mantan wakil presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri. Kesemua laporan itu berdasarkan pada bocoran dokumen dari mantan intelijen AS, Edward Snowden.
Dalam dokumen rahasia yang bocor tak cuma disebut daftar pejabat tinggi Indonesia yang menjadi target penyadapan, tapi juga tipe telepon genggam mereka. Media Australia, abc.net.au merilis isi dari dokumen-dokumen rahasia yang bocor tersebut.
Pada salah satu slide dokumen tertulis judul "Indonesian President Voice Intercept'"  tertanggal Agustus 2009. Slide lainnya berjudul "IA Leadership Targets + Handsets". Slide terakhir ini berisi daftar nama pejabat tinggi lengkap dengan ponsel yang digunakan saat itu.
SBY, misalnya, disebut menggunakan ponsel merek Nokia jenis E90-1. Begitu pula Ani Yudhoyono yang menggunakan telepon merek yang sama. Di bawah keduanya disebut Wakil Presiden Boediono dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Boediono disebut menggunakan Blackberry Bold 9000, sedangkan JK ditulis menggunakan Samsung SGH-Z370.
Dokumen itu juga menyebutkan penyadapan dilakukan terhadap rekaman panggilan telepon atau Call Data Records Presiden SBY dan para pejabat. CDR mencatat nomor telepon yang dihubungi dan menghubungi Presiden SBY. Pada slide "Indonesian President Voice Intercept", misalnya, ada telepon dari Thailand ke ponsel Presiden SBY. Namun panggilan tersebut tak berlangsung lama, hanya 1 menit. Intelijen Australia pun memutuskan tak menyadap isi percakapan.

YR

Kamis, 15 Agustus 2013

Pembantaian di Mesir, Kenapa Dunia Internasional Diam

 MPR: Bubarkan Inspektorat dan Lembaga Pengawas Internal!
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Tohari mengutuk tindakan penanganan militer dalam menghadapi demonstran. Sebab, ratusan korban jiwa melayang akibat bentrokan berdarah di Mesir.

"Apa yang terjadi di Kairo sama dengan Tiananmen, Cina, kok dunia internasional tidak mengecam. Ini pembantaian," kata Hajriyanto di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/8/2013).
Hajriyanto mendorong pemerintah sebagai negara muslim agar memberikan solusi jalan tengah penyelesaian konflik berdarah tersebut. Politisi Golkar itu mengecam kudeta yang dilakukan militer terhadap Presiden Mursi.

"Pemilu dipilih langsung oleh rakyat dan mutlak dihormati. Kalau dijatuhkan ditengah jalan, rakyat tidak akan pernah percaya kepada pemerintah," tuturnya.
Hajriyanto mengakui bila Mursi juga memiliki kesalahan yang tidak sedikit. Mursi, katanya, seharusnya menggandeng oposisi pada saat pemerintahan transisi. Namun yang dilakukan Mursi dengan sering mengeluarkan dekrit penunjukan gubernur.

"Harus mendengarkan oposisi, setumpuk kesalahan tidak cukup untuk kudeta," ujarnya.
Hajriyanto menyarankan agar Mursi dikembalikan secara simbolik sebagai presiden. Namun tidak diberi kuasa. Mesir kemudian disarankan menunjuk perdana menteri untuk menjalan pemerintahan dan menggelar pemilu ulang.
"Ini agar Mursi dan pendukungnya tidak kehilangan muka," ujarnya.

Jumat, 12 Juli 2013

Seorang Bayi Ditusuk 90 Kali Oleh Ibunya




Beruntung, mungkin itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi Xiao Bao, bayi laki-laki berusia 8 bulan di Cina. Ia masih bertahan hidup walau mendapat 90 tusukan di wajah.

Cerita sadis ini datang dari Xuzhou, provinsi Jiangsu, Cina Timur. Paman Xiao Bao menemukan bayi montok itu terbaring di depan rumah bermandikan darah. Ia pun langsung membawa keponakannya yang malang itu ke rumah sakit.

Seperti dilansir Dailymail, ibu Xiao Bao mengaku ialah yang menusuk anaknya berkali-kali. Alasannya? Xiao Bao menggigit sewaktu disusui. Akibat kekejaman ibunya sendiri, Xiao Bao mendapatkan 100 jahitan lebih untuk menutupi lukanya. Kini kesehatannya sudah pulih, hanya saja bekas tusukan masih tampak jelas di sekujur wajah.

Para tetangga sudah meminta pemerintah untuk mencabut hak asuh Xiao Bao dari ibunya, tapi permintaan itu ditolak. Alasannya tak ada bukti bahwa ibu Xiao Bao mengalami kelainan jiwa yang bisa membahayakan anaknya.

Dikutip dari Telegraph, menurut data tahun 2009, ada 173 juta penduduk Cina yang mengalami gangguan mental tapi tak pernah mendapat penanganan secara profesional.

Selasa, 09 Juli 2013

Modus Baru, Bobol ATM Tanpa Mengurangi Saldo

TEMPO.CO, Surabaya--Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya membongkar modus baru pembobolan ATM. Pelaku bisa mengeluarkan uang tanpa mengurangi saldo rekeningnya. Caranya dengan mencabut stop kontak mesin ATM.
Modus itu dilakukan oleh Rudi Hermawan, 34 tahun, warga Lampung Selatan. Pria yang tinggal di Tanggulangin, Sidoarjo ini tidak sendiri. Ia melakukannya bersama adiknya Irfan Yuza, 23 tahun dan sepupunya Vivit Candra, 34 tahun. "Ini modus baru yang hanya dilakukan kelompoknya Rudi saja," kata Kepala Unit Reserse Mobil Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Ajun Komisaris Polisi Agung Pribadi pada Tempo, Senin, 8 Juli 2013.
Saat beraksi, pelaku terlebih dahulu menarik uang tunai dari rekening yang dimilikinya. Biasanya, dia melakukan penarikan tunai hingga batas maksimal. Setelah kartu ATM diambil, disusul dengan keluarnya uang, pelaku pun mematikan aliran listrik mesin.
 Ketika aliran listrik kembali dinyalakan, Rudi menahan uangnya. Harusnya dalam kondisi demikian, uang akan otomatis kembali masuk ke dalam mesin. Tetapi, karena sudah ditahan, mesin langsung menutup tanpa disertai dengan uang. Saldo pun tak berubah.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Farman mengatakan dari cara itu, Rudi cs berhasil membobol uang Rp 286 juta. Paling banyak adalah Bank BCA. Adapula bank-bank lain seperti Bank Permata, CIMB Niaga, Danamon, BRI dan lainnya.
Menurut Farman, komplotan Rudi sudah beraksi sejak satu tahun. Selama itu, mereka berpindah-pindah ATM. Tidak hanya di Surabaya tapi juga Sidoarjo, Jakarta, Yogyakarta dan Semarang. "Mereka memilih ATM yang memang minim pengamanan dan sepi," ujarnya.

Pengakuan Rudi, ia mendapatkan informasi tentang sistem mesin ATM dari laman pencari google. Namun, Farman mengaku tidak serta-merta mempercayainya. Ia curiga ada keterlibatan vendor ATM yang memberitahu kelemahan mesin ATM. "Mereka tingkat pendidikannya rendah, bisa jadi ada vendor ATM yang memberitahu," katanya.
Kasus ini terungkap dari kecurigaan Bank BCA. Pihaknya mendapati ketidaksesuaian antara jumlah uang dengan transaksi. Salah satu mesin ATM yang sering bobol adalah di Indomaret, Brebek, Sidoarjo. BCA pun melapor ke Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya.
Menurut Agung, polisi kemudian memancing pelaku dengan cara mempermudah akses ATM. Mereka juga memasang kamera CCTV dan nyanggong di lokasi. Benar saja, Rudi pun terperangkap. Dari Rudi, polisi lantas menangkap dua tersangka lainnya.

AGITA SUKMA LISTYANTI

Senin, 13 Mei 2013

Cinta Seorang Anak

Cinta Sang Anak




Berikut ini adalah sebuah cerita mengharukan dari China dimana seorang anak kecil berumur 6 tahun berjuang merawat papanya yang lumpuh.



Tse Tse kecil sedang menyuapi papanya yang lumpuh karena ayahnya yang lumpuh bertahunATT00007-tahun, anak yang baru berumur 6 tahun ini terpaksa memikul tanggung jawab rumah tangga. Selain setiap hari mencuci muka ayahnya, memijat dan memberi makan, dia masih bersama ibunya mengambil botol air mineral bekas sebagai tambahan pendapatan keluarga.

Begitu sampai di rumah, Tse Tse langsung sibuk menyiapkan seember air, lantas dengan tangannya yang mungil ia memeras selembar handuk yang besar, karena handuk terlalu besar buat dia, Tse Tse membutuhkan 3 sampai 4 menit baru bisa mengeringkannya, kemudian dengan handuk itu dia menyeka wajah ayahnya dengan lap itu. Dia sangat teliti melapnya, sepertinya khawatir kurang bersih. Setelah selesai, Tse Tse kemudian berjingkat melap punggung ayahnya, di belakang, selesai semua, dengan puas dia tersenyum ke ayahnya.

Tse Tse tahun ini berumur 6 tahun, baru kelas 1 SD, tinggal di jalan Baoan, desa Nantong. Papanya Xiong Chun pada 5 tahun lalu tiba-tiba menderita otot menyusut, di bawah leher semua lumpuh, untuk mengobati penyakitnya dia telah menghabiskan semua tabungannya. Sekarang, keluarga yang beranggotakan 3 orang ini hanya mengandalkan ibunya yang bekerja di pabrik, dengan penghasilan kecil itulah mereka berusaha bertahan hidup.

Di sekolah Houde, anak yang seumur dengannya dengan ceria bergandeng tangan dengan orang tuanya sambil berjalan, namun Tse Tse malah harus sekuat tenaga mendorong ATT00010 ayahnya pulang. Ketika mau menyeberang jalan, dia akan berhenti sejenak, menoleh kendaraan yanglalu lalang, setelah aman dia baru menyeberang. Setiap ketemu tempat yang tidak rata, Tse Tse harus mengeluarkan tenaga ekstra menaikkan roda depan, menarik kursi roda itu dari belakang, wajahnya yang mungil sampai terlihat kemerahan. Dari sekolah sampai rumah jaraknya sekitar 1.500 meter, harus ditempuh selama 20 menit.

Satu keluarga yang terdiri dari 3 orang ini hanya menempati sebuah rumah dengan ukuran 8 m2. Rumah Tse Tse adalah sebuah rumah dengan kamar kecil seukuran 8 m2, hanya besi seng menutupi atap yang menghalangi cahaya masuk ke kamar, di atap tergantung sebuah lampu energi kecil. Dalam rumah penuh debu, yang paling mencolok adalah penghargaan Tse Tse yang tergantung di dinding. Terhadap sekeluarga yang pendapatan bulanannya hanya sekitar 1.000 RMB (Rp. 1,5 juta) bisa dikatakan, sebuah TV 21 inch sudah merupakan barang mewah. Sebuah ranjang atas dan bawah sudah memenuhi seluruh kamar, di atasnya penuh dengan barang pecah belah, hanya tersisa sedikit ruang kecil. Xiong Chun berkata, itu adalah ranjang Tse Tse. Sebuah meja lipat tergantung di dinding, itu adalah meja belajar Tse Tse, juga adalah meja makan keluarga. Di samping pintu yang luasnya tidak sampai 1 m2, ada "dapur" yang dibuatnya sendiri, di samping kompor masih tersisa selembar kubis.

"Makanan dan minyak di rumah semua diberikan oleh teman mamanya, satu hari tiga kali makan, cuma makan malam yang agak lumayan, di rumah jarang makan daging, namun setiap minggu mereka akan mengeluarkan sedikit biaya untuk mengubah kehidupan anaknya, namun setiap kali makan, Tse Tse akan membiarkan saya makan dulu, baru dia makan", kata Xiong Chun.

ATT00004 Tangan mungil Tse Tse sedang memijat kaki papanya. Setiap hari Tse Tse memijat papanya sebanyak 3 kali. Mama Tse Tse bekerja di pabrik, setiap siang hari dia akan menyisakan sedikit waktu pulang ke rumah menanak nasi untuk suaminya, setelah menyuapi dia segera balik ke pabrik bekerja, tanggung jawab merawat suaminya semua di bebankan ke pundak Tse Tse. Xiong Chun memberitahu wartawan, setiap pagi jam 6.30 begitu jam alarm berbunyi, Tse Tse akan bangun, cuci muka dan sikat gigi, dia juga membantu papanya mencuci muka, selesai itu dia akan memijat tangan dan kaki papanya, kira-kira 10 menit. Pulang sekolah sore, dia akan memijat papanya lagi, malam setelah memandikan papanya, dia akan memijat papanya lagi, baru tidur.

Agar bisa lebih banyak membantu mamanya, Tse Tse kadang-kadang ikut mamanya memungut barang bekas untuk menambah penghasilan keluarga. Xiong Chun sangat sayang anaknya. Tetangga di sekeliling sangat terharu dan mengatakan: "Tse Tse sangat mengerti. Kita semua merasa bangga ada anak seperti ini ".

Boneka 5 Yuan adalah boneka yang paling disukainya. Mama membawa dia memungut botol air bekas untuk menambah penghasilan. Suatu ketika, Tse Tse memungut satu mainan mobil plastik bekas di tempat sampah, dia bagaikan mendapat barang pusaka, setiap hari akan main sebentar dengan mobil plastiknya itu.

Yang Xianfui berkata, "Kemarin mama dan anak pergi memungut besi bekas, bisa dijual
20 Yuan".

Tse Tse punya satu boneka kecil yang lucu, itu yang paling disayanginya. Setiap malam hari ia mengendongnya tidur.

"Dia melihat boneka itu di toko, beberapa kali dia memintanya, harganya hanya 5 Yuan, saya tidak tega terus, akhirnya saya nekat membelikannya" , kata Xiong Chun.

Tse Tse dengan tekun merawat papanya. Begitu tidak boleh sekolah, Tse Tse langsung menangis. Untuk mengirit biaya listrik,setiap hari begitu pulang sekolah Tse Tse akan memindahkan "meja kecilnya" keluar, mengejar siang hari menyelesaikan PR-nya.

"Uang sekolahnya setahun sekitar 3.000 sampai 4.000 Yuan, kami tidak sanggup membiayainya. Karena tidak ada uang, tahun ini saya juga melepaskan berobat lagi", kata Xiong Chun. Beberapa waktu yang lalu, dia berbicara dengan istrinya agar Tse Tse berhenti sekolah saja, Tse Tse begitu tahu langsung menangis. Xiong Chun berteriak, "Hidup normal saja bermasalah, masih harus kasih dia sekolah, sungguh susah, bila sudah tidak mungkin, biar dia berhenti saja".

Tse Tse yang sedang bermain boneka, begitu mendengar kata papanya, langsung menangis. Xiong Chun menarik Tse Tse ke sisinya, membujuk: "Papa akan usahakan kamu sekolah, biar kamu bisa sekolah!" Setelah dibujuk beberapa kali, Tse Tse baru berhenti menangis, dengan tangan mungilnya dia menyeka air matanya. "Terhadap Tse Tse, saya sungguh menyesal", sambil menangis tersedu Xiong Chun sudah tidak dapat berkata lagi. Xiong Chun berkata: "Saya percaya pasti saya akan sembuh, Tse Tse adalah harapan
saya".

Sumber : dajiyuan.com/lim

Kasih Mengalahkan segalanya

Kasih Mengalahkan Segalanya



Untuk sahabat-sahabatku, ini sebuah kisah menyentuh hati.
Kisah seorang suami istri dalam keluarga yang sangat sederhana, melihat sosok suaminya itu bisa dinilai seorang pria yang cukup sempurna terutama dalam penampilannya, tapi dia mempunyai seorang istri yang mempunyai kelainan dalam fisiknya, dimana wanita tersebut tidak mempunyai kaki sama sekali total dari ujung kaki hingga ujung paha bahkan wanita itu tidak memiliki sama sekali pinggul (bagian dari pangkal paha hingga batas pinggang), jadi sulit sekali bila duduk karena tidak memiliki alas dibawah pinggang tersebut.

Kebaikan dan rencana Tuhan tentu lain dengan yang  kita pikirkan, wanita tersebut memiliki seorang  suami yang cukup ganteng, masih muda dan luar biasa yang mau memiliki dan  mengasihi seorang wanita yang mempunyai cacat fisik bawaan. Mereka sekarang dikaruniai dua orang anak yang sangat sempurna dan lucu sekali.


Silahkan anda menyimak satu persatu foto-foto keluarga tersebut dan sudah tentu saya melihatnya dengan hati sangat terharu.

1 4 






11 2 

8 7