Tampilkan postingan dengan label Aneka Peristiwa 01. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneka Peristiwa 01. Tampilkan semua postingan
Jumat, 27 Juli 2012
Selasa, 08 Mei 2012
Dimana Kepastian Hukum ?
Press Release KontraS Untuk Kasus HKBP Filadelfia
Kasus
pelarangan beribadah suatu umat beragama dan pelanggaran HAM masih saja
terus bergulir di Bumi Pancasila ini. Massa intoleran masih tumbuh
subur bak jamur di musim hujan. Apakah harus menunggu musim kemarau
untuk mematikan jamur tersebut? Semoga Press Release dari KontraS ini
sebagai tanda awal "musim kemarau." Baca Press Releasenya di sini.
Senin, 30 April 2012
Reuni Fakultas Hukum Unversitas Syiah Kuala Banda Aceh
Reuni Alumni Fakultas Hukum di Jakarta Kantor Hukum Aldhi, 20 tahun lebih berpisah, sungguh luar biasa bisa kembali bertemu dalam suasana yang berbeda.
Minggu, 29 April 2012
Jumat, 27 April 2012
Reuni Fakultas Hukum Unsyiah di Jakarta
Inilah kami Reuni alumni Fakultas Hukum Unsyiah angkatan 87 pertemuan di Kantor Hukum Aldhi pada tanggal 25 April 2012
Selasa, 20 Maret 2012
Partangiangan Punguan Panjaitan Wilayah Tangerang
Panjaitan Wilayah Tangerang
Label: Renungan
Aneka Peristiwa 01,
Batak 02,
Panjaitan 02
Selasa, 06 September 2011
Juri Lomba Vocal Group Gereja HKBP Cemara Tangerang
Inilah Foto waktu aku menjadi juri di acara Lomba Vocal Group Gereja HKBP Cemara Tangerang
Senin, 25 Juli 2011
Sebuah Masjid Didedikasikan untuk Yesus
Sebuah Masjid Didedikasikan untuk Yesus

"Ini adalah pesan kepada dunia bahwa Muslim menganggap Yesus Kristus sebagai nabi mereka, karena ia memberitahukan manusia sebelumnya bahwa Nabi Muhammad datang", kata imam masjid, Belal Hanina. "Dan ini juga membuktikan bahwa Islam adalah agama toleransi dan tidak ada hubungannya dengan ekstremisme".
Hanina menjelaskan bagaimana orang Kristen dan Muslim telah hidup dalam damai untuk waktu yang lama dan telah menjalin hubungan persaudaraan di daerah ini, Kerajaan Hashemit, seorang pendukung gigih dialog antaragama. Kristen berkontribusi 10% dari penduduk Madaba dan 5% dari Yordania, yang memiliki lima setengah juta jiwa.
"Kami telah hidup dalam damai selama berabad-abad dengan saudara-saudara Kristen kita dan merasa bahwa masjid ini melambangkan persaudaraan kami", kata Abd Horout, seorang pengacara Muslim dari Madaba. "Kami telah diperintahkan oleh Kitab suci kita, Al Qur'an, tidak membedakan antara utusan.Kami menganggap Yesus Kristus sebagai saudara nabi kita, Nabi Muhammad".
Di masjid ada kutipan yang diambil dari Quran dalam memuji Yesus Kristus dan ibunya, Maria. Masjid "Yesus Kristus" dibangun oleh keluarga al-Otaibi, klan Muslim yang memiliki sejarah panjang di wilayah Madaba dan membedakan dirinya sendiri untuk mempromosikan hubungan baik dengan komunitas Kristen. "Kami ingin memberikan contoh untuk diikuti di tempat lain untuk hidup berdampingan antaragama" kata Marwan al-Otaibi.
Ditulis oleh: Marco TosattiDiterjemahkan oleh: Boy Tonggor Siahaan
Sumber: http://vaticaninsider.lastampa.it/en/homepage/blog-san-pietro-e-dintorni-en/detail/articolo/mosque-jesus-christians-muslims-madaba-jordan-6105/
Kisah Senin 25 Juli 2011
Sungguh peristiwa yang tak terlupakan yang terjadi pada hari Senin tanggal 25 Juli 2011, berbagai peristiwa yang tidak menyenangkan hati ...... tetapi harus dihadapi..... sungguh .....sungguh perlu perenungan yang mendalam atas peristiwa tersebut.
Pagi hari seperti biasa mengantar anak sekolah (Geralda Vania Br. Panjaitan dan Gearyn Thabita Br. Panjaitan) seperti tidak ada apa - apa yang menimbulkan masalah.Setelah mengantar Geralda maka saya langsung pulang. Namun sesuatu terjadi sampai di Gerbang Taman Royal ban bocor. Singkat cerita dibawa ke tempat tambal ban. Peristiwa di tempat tambal ban inilah yang membuat saya harus mampu mengendalikan diri dari amarah kepada tukang tambal ban. Kejadiannya sebagai berikut : "ketika ban diperiksa ternyata bocor dan disiapkan oleh tukang tambal untuk mulai mengerjakan, kelihatan dari caranya tukang itu tidak hati - hati dimana ketika waktu mengecek ban dia isi tekanan angin sangat tinggi dan ditambah terus akhirnya ban pecah meledak. Sayapun kaget..... namun dengan santainya tukang itu meninggalkan pekerjaannya dan mengerjakan motor lain yang juga mau menambal ban. Sambil dia kerjakan itu dikatakannya ban pecah "MAU GANTI ATAU TIDAK". Dengan rasa kesal saya pun komplain karena dia tidak bertanggungjawab atas pecahnya ban itu bahkan malah bertanya ganti atau tidak. Memang bisa kalau tidak diganti ? dan rusaknya di tangan siapa ? Saya harus tanggung penggantian ban padahal dia yang pecahkan ? adilkah demikian ? Kembali saya tenangkan hati saya untuk mengalah dan menjawab " ya ganti
Pagi hari seperti biasa mengantar anak sekolah (Geralda Vania Br. Panjaitan dan Gearyn Thabita Br. Panjaitan) seperti tidak ada apa - apa yang menimbulkan masalah.Setelah mengantar Geralda maka saya langsung pulang. Namun sesuatu terjadi sampai di Gerbang Taman Royal ban bocor. Singkat cerita dibawa ke tempat tambal ban. Peristiwa di tempat tambal ban inilah yang membuat saya harus mampu mengendalikan diri dari amarah kepada tukang tambal ban. Kejadiannya sebagai berikut : "ketika ban diperiksa ternyata bocor dan disiapkan oleh tukang tambal untuk mulai mengerjakan, kelihatan dari caranya tukang itu tidak hati - hati dimana ketika waktu mengecek ban dia isi tekanan angin sangat tinggi dan ditambah terus akhirnya ban pecah meledak. Sayapun kaget..... namun dengan santainya tukang itu meninggalkan pekerjaannya dan mengerjakan motor lain yang juga mau menambal ban. Sambil dia kerjakan itu dikatakannya ban pecah "MAU GANTI ATAU TIDAK". Dengan rasa kesal saya pun komplain karena dia tidak bertanggungjawab atas pecahnya ban itu bahkan malah bertanya ganti atau tidak. Memang bisa kalau tidak diganti ? dan rusaknya di tangan siapa ? Saya harus tanggung penggantian ban padahal dia yang pecahkan ? adilkah demikian ? Kembali saya tenangkan hati saya untuk mengalah dan menjawab " ya ganti
Langganan:
Postingan (Atom)














