28 Januari 2009
- By Daud Tommi
-
Berikut ini adalah
sebuah cerita mengharukan dari China dimana seorang anak kecil berumur 6
tahun berjuang merawat papanya yang lumpuh.
Tse Tse kecil sedang menyuapi papanya yang lumpuh karena ayahnya yang lumpuh bertahun

-tahun,
anak yang baru berumur 6 tahun ini terpaksa memikul tanggung jawab
rumah tangga. Selain setiap hari mencuci muka ayahnya, memijat dan
memberi makan, dia masih bersama ibunya mengambil botol air mineral
bekas sebagai tambahan pendapatan keluarga.
Begitu sampai di
rumah, Tse Tse langsung sibuk menyiapkan seember air, lantas dengan
tangannya yang mungil ia memeras selembar handuk yang besar, karena
handuk terlalu besar buat dia, Tse Tse membutuhkan 3 sampai 4 menit baru
bisa mengeringkannya, kemudian dengan handuk itu dia menyeka wajah
ayahnya dengan lap itu. Dia sangat teliti melapnya, sepertinya khawatir
kurang bersih. Setelah selesai, Tse Tse kemudian berjingkat melap
punggung ayahnya, di belakang, selesai semua, dengan puas dia tersenyum
ke ayahnya.
Tse Tse tahun ini berumur 6 tahun, baru kelas 1
SD, tinggal di jalan Baoan, desa Nantong. Papanya Xiong Chun pada 5
tahun lalu tiba-tiba menderita otot menyusut, di bawah leher semua
lumpuh, untuk mengobati penyakitnya dia telah menghabiskan semua
tabungannya. Sekarang, keluarga yang beranggotakan 3 orang ini hanya
mengandalkan ibunya yang bekerja di pabrik, dengan penghasilan kecil
itulah mereka berusaha bertahan hidup.
Di sekolah Houde, anak
yang seumur dengannya dengan ceria bergandeng tangan dengan orang
tuanya sambil berjalan, namun Tse Tse malah harus sekuat tenaga
mendorong

ayahnya pulang. Ketika mau menyeberang jalan, dia akan berhenti
sejenak, menoleh kendaraan yanglalu lalang, setelah aman dia baru
menyeberang. Setiap ketemu tempat yang tidak rata, Tse Tse harus
mengeluarkan tenaga ekstra menaikkan roda depan, menarik kursi roda itu
dari belakang, wajahnya yang mungil sampai terlihat kemerahan. Dari
sekolah sampai rumah jaraknya sekitar 1.500 meter, harus ditempuh selama
20 menit.
Satu keluarga yang terdiri dari 3 orang ini hanya
menempati sebuah rumah dengan ukuran 8 m2. Rumah Tse Tse adalah sebuah
rumah dengan kamar kecil seukuran 8 m2, hanya besi seng menutupi atap
yang menghalangi cahaya masuk ke kamar, di atap tergantung sebuah lampu
energi kecil. Dalam rumah penuh debu, yang paling mencolok adalah
penghargaan Tse Tse yang tergantung di dinding. Terhadap sekeluarga yang
pendapatan bulanannya hanya sekitar 1.000 RMB (Rp. 1,5 juta) bisa
dikatakan, sebuah TV 21 inch sudah merupakan barang mewah. Sebuah
ranjang atas dan bawah sudah memenuhi seluruh kamar, di atasnya penuh
dengan barang pecah belah, hanya tersisa sedikit ruang kecil. Xiong Chun
berkata, itu adalah ranjang Tse Tse. Sebuah meja lipat tergantung di
dinding, itu adalah meja belajar Tse Tse, juga adalah meja makan
keluarga. Di samping pintu yang luasnya tidak sampai 1 m2, ada "dapur"
yang dibuatnya sendiri, di samping kompor masih tersisa selembar kubis.
"Makanan
dan minyak di rumah semua diberikan oleh teman mamanya, satu hari tiga
kali makan, cuma makan malam yang agak lumayan, di rumah jarang makan
daging, namun setiap minggu mereka akan mengeluarkan sedikit biaya untuk
mengubah kehidupan anaknya, namun setiap kali makan, Tse Tse akan
membiarkan saya makan dulu, baru dia makan", kata Xiong Chun.

Tangan mungil Tse Tse sedang memijat kaki papanya. Setiap hari Tse Tse
memijat papanya sebanyak 3 kali. Mama Tse Tse bekerja di pabrik, setiap
siang hari dia akan menyisakan sedikit waktu pulang ke rumah menanak
nasi untuk suaminya, setelah menyuapi dia segera balik ke pabrik
bekerja, tanggung jawab merawat suaminya semua di bebankan ke pundak Tse
Tse. Xiong Chun memberitahu wartawan, setiap pagi jam 6.30 begitu jam
alarm berbunyi, Tse Tse akan bangun, cuci muka dan sikat gigi, dia juga
membantu papanya mencuci muka, selesai itu dia akan memijat tangan dan
kaki papanya, kira-kira 10 menit. Pulang sekolah sore, dia akan memijat
papanya lagi, malam setelah memandikan papanya, dia akan memijat papanya
lagi, baru tidur.
Agar bisa lebih banyak membantu mamanya,
Tse Tse kadang-kadang ikut mamanya memungut barang bekas untuk menambah
penghasilan keluarga. Xiong Chun sangat sayang anaknya. Tetangga di
sekeliling sangat terharu dan mengatakan: "Tse Tse sangat mengerti. Kita
semua merasa bangga ada anak seperti ini ".
Boneka 5 Yuan
adalah boneka yang paling disukainya. Mama membawa dia memungut botol
air bekas untuk menambah penghasilan. Suatu ketika, Tse Tse memungut
satu mainan mobil plastik bekas di tempat sampah, dia bagaikan mendapat
barang pusaka, setiap hari akan main sebentar dengan mobil plastiknya
itu.
Yang Xianfui berkata, "Kemarin mama dan anak pergi memungut besi bekas, bisa dijual
20 Yuan".
Tse Tse punya satu boneka kecil yang lucu, itu yang paling disayanginya. Setiap malam hari ia mengendongnya tidur.
"Dia
melihat boneka itu di toko, beberapa kali dia memintanya, harganya
hanya 5 Yuan, saya tidak tega terus, akhirnya saya nekat membelikannya" ,
kata Xiong Chun.
Tse Tse dengan tekun merawat papanya.
Begitu tidak boleh sekolah, Tse Tse langsung menangis. Untuk mengirit
biaya listrik,setiap hari begitu pulang sekolah Tse Tse akan memindahkan
"meja kecilnya" keluar, mengejar siang hari menyelesaikan PR-nya.
"Uang
sekolahnya setahun sekitar 3.000 sampai 4.000 Yuan, kami tidak sanggup
membiayainya. Karena tidak ada uang, tahun ini saya juga melepaskan
berobat lagi", kata Xiong Chun. Beberapa waktu yang lalu, dia berbicara
dengan istrinya agar Tse Tse berhenti sekolah saja, Tse Tse begitu tahu
langsung menangis. Xiong Chun berteriak, "Hidup normal saja bermasalah,
masih harus kasih dia sekolah, sungguh susah, bila sudah tidak mungkin,
biar dia berhenti saja".
Tse Tse yang sedang bermain boneka,
begitu mendengar kata papanya, langsung menangis. Xiong Chun menarik
Tse Tse ke sisinya, membujuk: "Papa akan usahakan kamu sekolah, biar
kamu bisa sekolah!" Setelah dibujuk beberapa kali, Tse Tse baru berhenti
menangis, dengan tangan mungilnya dia menyeka air matanya.
"Terhadap Tse Tse, saya sungguh menyesal", sambil menangis tersedu Xiong
Chun sudah tidak dapat berkata lagi. Xiong Chun berkata: "Saya percaya
pasti saya akan sembuh, Tse Tse adalah harapan
saya".
Sumber : dajiyuan.com/lim