Tampilkan postingan dengan label Sabang 01. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sabang 01. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juli 2012

Selasa, 28 Februari 2012

ACARA IKATAN MASYARAKAT SABANG di JABODETABEK





Acara Pertemuan ini dihadiri oleh warga yang pernah di Sabang alias anak Sabang di Jabodetabek. Kiranya persaudaraan ini tidak hanya sebatas pada pertemuan seremonial belaka.

Selasa, 04 Oktober 2011

Reuni Sabang


Sesaat setelah tiba di Pelabuhan Sabang dijemput oleh rekan - rekan. Lalu sambil perjalanan mampir sebentar minum kopi. sambil ngobrol  

terlihat Eges, Pendy, Lokot, dan Ali sementara saya mengambil gambar. He....he.... kasihan tak terlihat dalam gambar.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Delegasi Sabang Bertemu 30 Pengusaha Belanda


Delegasi Sabang Bertemu 30 Pengusaha Belanda

Posted By: admin on Jul 25, 2011 in Berita



Den Haag (21/07/2011). Kuasa Usaha Kedutaan Republik Indonesia  untuk Kerajaan Belanda Umar Hadi membuka Pertemuan Bisnis delegasi Pemerintah Kota Sabang dan BPKS yang  dihadiri sekitar 30 pengusaha Belanda di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag Kamis (21/07/2011) pukul 14.00 waktu setempat.  Delegasi Sabang yang sudah hampir seminggu melakukan promosi pariwisata dan investasi Sabang di negara-negara Eropa tersebut dipimpin oleh Walikota Sabang Munawar Liza Zainal.  Sedangkan kalangan pengusaha Belanda yang hadir termasuk dari perusahaan perkapalan, perusahaan travel, asosiasi pengusaha perikanan, konsultan keuangan dan para pengusaha lainnya yang tertarik mempelajari potensi investasi di Sabang.
Pertemuan ini diawali dengan makan siang bersama pengusaha dan pihak KBRI Den Haag dan rombongan Walikota Sabang. Dalam pembukaan pertemuan tersebut, Kuasa Usaha KBRI Umar Hadi  mengatakan bahwa Sabang dan Aceh merupakan wilayah yang sangat strategis serta mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan.  Karena itu pihaknya siap memfasilitasi dan mempromosikan Sabang untuk mempercepat kemajuannya dimasa akan datang.  Umar juga menawarkan agar Sabang dan Aceh dapat berpartisipasi pada Pasar Malam Indonesia di Malieveld Den Haag yang akan digelar pada awal tahun 2012.
 Sementara itu, dalam pertemuan tersebut Walikota Sabang Munawar  Liza Zainal memaparkan 3 hal di depan para pengusaha Belanda yang memadati ruang Nusantar  KBRI, Den Haag yaitu letak geografi Sabang, sejarah hubungan Sabang dan Aceh dengan Belanda dan serta potensi dan kelebihan Sabang. Munawar juga menyampaikan beberapa insentif bagi kalangan penguasaha yang berminat berusaha di Sabang seperti adanya kebijakan bebas bea masuk dan pajak barang mewah di kawasan Sabang, serta kemudahan perizinan satu atap yang dikoordinir dibawah BPKS.
Selain itu Munawar juga menyampaikan bahwa pertemuan dengan pengusaha   Belanda ini dimaksudkan untuk mempromosikan potensi alam dan pariwisata Aceh khususnya Sabang kepada masyarakat Belanda. “Belanda merupakan pintu gerbang Eropa yang sangat penting dan strategis untuk memajukan suatu kawasan pariwisata Sabang dan Aceh” kata Munawar. Munawar Liza yang didampingi Deputi Umum BPKS Lukman Age, Kepala Bidang Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang M. Ali Taufik,  Ketua Rumoh Aceh Internasional Fauzi Umar, Dr. Muhammad Subhan, anggota DPRK Kota Banda Aceh Mukhtar, Zulfan dan Muhammad Taufik.
Pada pertemuan tersebut sejumlah pengusaha berminat untuk melihat langsung potensi Sabang, dan menjajaki untuk melakukan kunjungan langsung ke Sabang dalam waktu dekat. Bahkan salah satu pengusaha Tour dan Travel, yakni Deva Tour yang berbasis di Utrech akan menjual paket promosi ke Sabang dengan harga khusus discount hingga 50 % untuk turut mensukseskan Sabang Regata Internasional pada bulan September 2011 ini.

Minggu, 09 Januari 2011

Bagaiamana Sabang ku ..........


Sabang itu indah luar biasa, pemandangan yang elok mata terkagum memandang. Siapapun pasti mengatakan waaaahhhh tak terkalahkan.....

Tetapi bagaimana dengan kehidupan rakyatnya ???

Kalau bertahan mau kerjakan apa, kalau sudah merantau rindu tak terkira. Mau pulang waktu tak bisa..... jauh ..... jauh.....

 Wahai Pemimpin Negeri................ penahkah kalian memikirkan ini ????

lahir di Sabang ; rumah di Sabang ; keluarga di Sabang tetapi cari makan di negeri orang...... oh..... sungguh menyedihkan .......

Kalaulah Superman, Zorro, Spiderman, dan tokoh pahlawan dalam kartun lainnya bisa di bawa ke alam nyata maka kami minta tolong kepadanya......

Bisakah kau pemimpin negeri mencontoh kepahlawanan kartun, jawaban ada di tangan mu.......... inilah kenyataan di Sabang bahwa yang bisa hidup hanyalah PNS. Kalau mereka sudah pasti dapat gaji tetap tiap bulan. Bagaimana dengan yang wiraswasta, pedagang, penjual jasa, buruh, petani, nelayan........ bisakah mereka mendapat gaji seperti PNS. Sungguh menyakitkan penderitaannya........

Ini adalah teriakan suara anak Sabang di Rantau................ Perhatikan saudara kami yang masih tinggal di Sabang .......... ciptakan lapangan kerja, tingkatkan perdagangan majukan parawisata bukan sekedar basa -  basi dan omong doang .......... Salam Damai

Selasa, 23 November 2010

WISATA SABANG

WISATA SABANG


i

Rate This
Quantcast


Peta Pulau Weh
Peta Pulau Weh
Sabang adalah sebuah kota yang terletak di pulau yang bernama Pulau Weh, ini artinya pulau yang terpisah. Pulau ini terletak di sebelah utara kota Banda Aceh dengan jarak lebih kurang 18 mil dan dapat ditempuh selama 2 jam dengan kapal Ferry dan 45 menit dengan kapal cepat. Di kawasan ini juga banyak terdapat pulau-pulau kecil lainnya seperti pulau Rubiah, pulau breeh, dll. Sabang banyak mempunyai obyek wisata yang dapat dikunjungi dan sudah terkenal ke manca negara. Jika kita menuju ke arah barat, sampai di ujung barat terdapat sebuah monumen/tugu, Tugu Kilometer Nol, yaitu tugu dimana titik awal perhitungan luas Indonesia dari Sabang Sampai Meuroke.
Tugu Nol Kilometer
Tugu Nol Kilometer
Untuk mencapai tugu ini kita dapat menempuh perjalanan darat dengan mobil, kira-kira jauhnya 15 km. Biaya yang harus dikeluarkan/ongkos adalah Rp 50.000,- per orang dari pusat kota.
Sebelum nyampe  di KM NOL masih banyak obyek wisata yang dapat dinikmati yaitu Obyek Wisata Iboih, yang jaraknya cuma 5 km dari kota sabang. Disini juga banyak yang dapat dinikmati misalnya mancing, suasana pasir putih yang bersih. Disini juga tersedia berbagai macam sajian menu makanan, mi rebus pake udang, pake kepiting, pake telor, dan macam seafood lainnya. Dari iboih juga dapat melakukan penyeberangan menggunakan boat sewaan untuk melihat Obyek wisata Pulau Rubiah,
Pulau Rubiah Tampak Dari Jalan Ke KM Nol
Pulau Rubiah Tampak Dari Jalan Ke KM Nol
dengan banyaknya hiasan bawah laut, terumbu karang yang berwarna-warni dan ikan-ikan juga berwarna-warni yang cukup menarik. Boat butuh waktu sekitar 2 jam untuk mengitari pulau ini. Biaya sewa per boat hanya Rp 200 ribu rupiah yang dapat dinaiki sampai 10 orang. Pulau Rubiah memang tidak berpenghuni, tapi banyak wisatawan mancing karena banyak ikan-ikan batu karang, misalnya ikan kerapu, cumi-cumi besar, dan lain-lain.
Demikian juga,
Pintu Gerbang Masuk Ke Gapang
Pintu Gerbang Masuk Ke Gapang
sebelum anda nyampai di Iboih dan Pulau Rubiah, masih ada Obyek Wisata Gapang yang hanya berjarak 4 Km dari kota Sabang. Daerah ini juga mempunyai obyek wisata pasir putih yang indah. Disini juga tersedia Cottage yang disewakan, untuk sewa permalam tergantung jenisnya,
Siap-Siap Diving
Siap-Siap Diving
tersedia dengan harga Rp 150.000,- sampai Rp 300.000.- Anda dapat menikmati berbagai macam sajian makanan seperti di Iboih. Tapi yang utama disini ada tempat Diving bahkan ada sekolah Diving. Kita dapat menyewa alat-alat yang dibutuhkan untuk diving, totalnya per orang cuma Rp 50.000,- Anda dapat diving sepuasnya, jika haus tersedia aneka juice dan kelapa muda yang cukup enak.
Sekian dulu infonya, nanti boy nyambung lagi ya …

Sabang Kilometer NOL Indonesia

Nol kilometer
Selain pantai ada tempat menarik untuk dikunjungi. Sedari kecil kita sering bernyanyi lagu dari Sabang sampai Merauke, nah inilah saatnya kita melihat di mana titik nol kilo berada. Sayang tugu di lokasi ini sudah tak begitu terawat








update....




















Kota Sabang

Kota Sabang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kota Sabang
Lambang Kota Sabang
Lambang Kota Sabang

Lokasi Aceh Kota Sabang.svg
Peta lokasi Kota Sabang
Koordinat : 95°13'02"-95°22'36" BT, dan 05°46'28"-05°54'-28" LU
Motto -
Semboyan '
Slogan pariwisata '
Julukan
Demonim '
Provinsi Aceh
Ibu kota {{{ibukota}}}
Luas 118 km²
Penduduk
 · Jumlah 35.220 [1]
 · Kepadatan 299 jiwa/km²
Pembagian administratif
 · Kecamatan 2
 · Desa/kelurahan 18
Dasar hukum
Tanggal
Hari jadi {{{hari jadi}}}
Walikota Munawar Liza
Kode area telepon 0652
APBD -
DAU {{{dau}}}
Suku bangsa {{{suku bangsa}}}
Bahasa {{{bahasa}}}
Agama {{{agama}}}
Flora resmi {{{flora}}}
Fauna resmi {{{fauna}}}
Zona waktu {{{zona waktu}}}
Bandar udara {{{bandar udara}}}

Situs web resmi: http://www.sabangkota.go.id/
Koordinat: 5°50′ LU 95°18′ BT

Suasana di Kota Sabang
Kota Sabang adalah salah satu kota di Aceh, Indonesia. Kota ini berupa kepulauan di seberang utara pulau Sumatera, dengan Pulau Weh sebagai pulau terbesar.
Kota Sabang merupakan zona ekonomi bebas Indonesia, ia sering disebut sebagai titik paling utara Indonesia, tepatnya di Pulau Rondo.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Fakta Geografi

Dari segi geografis Indonesia, wilayah Kota Sabang merupakan wilayah administratif paling utara, dan berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia, Thailand, dan India.
Wilayah Kota Sabang dikelilingi oleh Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat.

[sunting] Pulau

  1. Pulau Klah (0,186 km²)
  2. Pulau Rondo (0,650 km²)
  3. Pulau Rubiah (0,357 km²)
  4. Pulau Seulako (0,055 km²)
  5. Pulau Weh (121 km²)

[sunting] Topografi

  • Dataran rendah (3%)
  • Bergelombang (10%)
  • Berbukit-bukit (35%)
  • Bergunung (52%)
  • Di sepanjang pantai penuh dengan batu-batuan.

[sunting] Pulau Weh


Pembagian Wilayah Kecamatan di Kota Sabang
Di Pulau Weh terdapat sebuah danau air tawar bernama Danau Aneuk Laot.
Pulau Weh merupakan sebuah pulau vulkanik, sebuah pulau atol (pulau karang) yang proses terjadinya mengalami pengangkatan dari permukaan laut. Proses terjadinya dalam tiga tahapan, terbukti dari adanya tiga teras yang terletak pada ketinggian yang berbeda.
Umumnya Pulau Weh terdiri atas dua jenis batuan, yaitu tuf marina dan batuan inti. Tuf marina dijumpai hampir sepanjang pantai sampai pada ketinggian 40 sampai 50 meter. Lapisan tuf yang terlebar didapat di sekitar kota Sabang, di bagian pantai berlapis sempit. Batuan sempit adalah batuan vulkanik yang bersifat andesitik.
Berdasarkan wilayah, tampak bahwa wilayah barat Pulau Weh terdapat topografi paling berat. Mulai dari Sarong Kris sebagai puncak tertinggi di sebelah Timur, terdapat tiga barisan punggung yang berjolak menuju ke Barat Laut, sehingga lembah-lembah yang ada di antara punggung itu sempit.
Topografi di sebelah Timur terdapat sebuah pegunungan yang arahnya dari Utara ke Selatan yang memisahkan Pulau Weh Timur dengan bagian lainnya. Gunung Leumo Mate merupakan puncak yang tertinggi. Di bagian ini terdapat lapisan tuf marina yang lebih besar. Di antara bagian Barat dan Timur terdapat aliran dua buah sungai, yaitu Sungai Pria Laot dan Sungai Raya. Daerah ini merupakan sebuah slenk dari sebuah fleksun (patokan yang tidak sempurna).
Kondisi geologis wilayah ini terdiri dari 70% batuan vulkanis (andesite), 27% batuan sedimen (line stone dan sand stone), dan 3% endapan aluvial (recent deposit).

[sunting] Cuaca

Pulau Weh mengalami dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan lazimnya jatuh pada bulan September sampai Februari. Musim kemarau pada bulan Maret hingga bulan Agustus. Menurut hasil pengukuran Stasiun Meteorologi Sabang, curah hujan yang tercatat rata-rata 1.745 - 2.232 mm/tahun, dengan angka terendah pada bulan Maret sebesar 18 mm dan angka tertinggi pada bulan September sebesar 276 mm. Pada bulan September dan Oktober terjadi peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

[sunting] Sejarah

Kota Sabang sebelum Perang Dunia II adalah kota pelabuhan terpenting dibandingkan Temasek (sekarang Singapura).
Sabang telah dikenal luas sebagai pelabuhan alam bernama Kolen Station oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1881. Pada tahun 1887, Firma Delange dibantu Sabang Haven memperoleh kewenangan menambah, membangun fasilitas dan sarana penunjang pelabuhan. Era pelabuhan bebas di Sabang dimulai pada tahun 1895, dikenal dengan istilah vrij haven dan dikelola Maatschaappij Zeehaven en Kolen Station yang selanjutnya dikenal dengan nama Sabang Maatschaappij. Perang Dunia II ikut mempengaruhi kondisi Sabang dimana pada tahun 1942 Sabang diduduki pasukan Jepang, kemudian dibom pesawat Sekutu dan mengalami kerusakan fisik hingga kemudian terpaksa ditutup.
Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, Sabang menjadi pusat pertahanan Angkatan Laut Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan wewenang penuh dari pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertahanan RIS Nomor 9/MP/50. Semua aset pelabuhan Sabang Maatschaappij dibeli Pemerintah Indonesia. Kemudian pada tahun 1965 dibentuk pemerintahan Kotapraja Sabang berdasarkan UU No 10/1965 dan dirintisnya gagasan awal untuk membuka kembali sebagai Pelabuhan Bebas dan Kawasan Perdagangan Bebas.
Gagasan itu kemudian diwujudkan dan diperkuat dengan terbitnya UU No 3/1970 tentang Perdagangan Bebas Sabang dan UU No 4/1970 tentang ditetapkannya Sabang sebagai Daerah Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Dan atas alasan pembukaan Pulau Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Sabang terpaksa dimatikan berdasarkan UU No 10/1985. Kemudian pada tahun 1993 dibentuk Kerja Sama Ekonomi Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang membuat Sabang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi di kawasan Asia Selatan.
Pada tahun 1997 di Pantai Gapang, Sabang, berlangsung Jambore Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang diprakarsai BPPT dengan fokus kajian ingin mengembangkan kembali Sabang. Disusul kemudian pada tahun 1998 Kota Sabang dan Kecamatan Pulo Aceh dijadikan sebagai Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) yang bersama-sama KAPET lainnya, diresmikan oleh Presiden BJ Habibie dengan Keppes No. 171 tahun 1998 pada tanggal 28 September 1998.
Era baru untuk Sabang, ketika pada tahun 2000 terjadi Pencanangan Sabang sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas oleh Presiden KH. Abdurrahman Wahid di Sabang dengan diterbitkannya Inpres No. 2 tahun 2000 pada tanggal 22 Januari 2000. Dan kemudian diterbitkannya Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 2000 tanggal 1 September 2000 selanjutnya disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang.
Aktivitas Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang pada tahun 2002 mulai berdenyut dengan masuknya barang-barang dari luar negeri ke kawasan Sabang. Tetapi pada tahun 2004 aktivitas ini terhenti karena Aceh ditetapkan sebagai Daerah Darurat Militer.
Sabang juga mengalami Gempa dan Tsunami pada tanggal 26 Desember 2004, namun karena palung-palung di Teluk Sabang yang sangat dalam mengakibatkan Sabang selamat dari tsunami. Sehingga kemudian Sabang dijadikan sebagai tempat transit udara dan laut yang membawa bantuan untuk korban tsunami di daratan Aceh. Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias menetapkan Sabang sebagai tempat transit untuk pengiriman material konstruksi dan lainnya yang akan dipergunakan di daratan Aceh.

Pemko Sabang Tantang Pengusaha Swasta Untuk Berinvest di Sabang

Pengusaha Swasta Untuk Berinvest di Sabang

Pemko Sabang Tantang Pengusaha Swasta Untuk Berinvest di Sabang

E-mail Print PDF
Pemerintah Kota Sabang tantang para pengusaha swasta untuk menanamkan invest atau modalnya di Sabang terutama di sektor Pariwisata, bahkan Pemerintah Kota Sabang seperti yang di akui oleh Wakil Walikota Islamuddin ST Jum’at (17/9) kemarin pihaknya akan memudahkan semua urusan terkait perizinan dan hal lainya.
Menurutnya, Pengembangan pariwisata di Kota Sabang ini tidak hanya bergantung dari peran Pemerintah Daerah saja, melainkan juga memerlukan peran serta dari pihak swasta. Mendukung hal itu, Pemko Sabang akan memberikan kemudahan seperti regulasi perizinan untuk investasi di bidang pariwisata baik yang berskala kecil maupun besar.
"Infrastruktur sudah maksimal, hanya saja tinggal menunggu pihak swasta yang ingin berinvestasi," ujarnya..
Karenanya, dengan semakin meningkatnya kunjungan wisata ke Kota Sabang ini dengan sedirinya telah membuka peluang bisnis bagi pelaku-pelaku usaha untuk mengerakan usaha di Kota Sabang ini. Untuk itu, dengan fasilitas dan minat kunjungan wisata yang terus mengalami peningkatan, Pemerintah Kota Sabang menantang para pelaku usaha untuk berinvestasi di Sabang ini. "Kita tantang untuk berinvestasi, selama ini kita melihat pihak swasta kurang berani untuk investasi," katanya.
Menyangkut dengan kemudahan yang akan diberikan kepada pihak yang ingin mengembangkan usaha, Islamuddin mengatakan jika ada pelaku usaha yang benar-benar serius untuk mengembangkan usaha, pihaknya akan memberikan kemudahan untuk berbisnis salah satunya kemudahan regulasi dan perizinan. Bahkan, lanjut Islamuddin, pihaknya juga bersedia memfasilitasi lahan, jika memang benar-benar ada investor yang serius membangun resort-resort di kawasan pariwisata.
Menurutnya, sejauh ini di saat-saat tertentu banyak para wisatawan yang berkunjung ke Kota Sabang ini sering tidak mendapatkan penginapan. Sehingga ini menjadi tantangan dan peluang investasi yang pantas di kembangkan oleh pihak swasta.
Dengan demikian, bisnis penginapan di Kota Sabang ini merupakan potensi yang seharusnya dapat dikembangkan menyusul belakangan ini semakin seringnya dibuat berbagai event daerah maupun nasional di Kota Sabang ini.  "Ini terus meningkat, karena agenda yang telah ada akan ada bebebagai event yang bakal di gelar hingga akhir tahun ini," ujar Islamuddin seraya menyebutkan hingga akhir tahun ini event yang bakal digelar diantaranya Kongres JKMA, Hari Aksara, Kegiatan Pramuka tingkat nasional dan kegiatan lainnya.