Tampilkan postingan dengan label Jalan Kebenaran dan Hidup 04. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan Kebenaran dan Hidup 04. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 September 2015

Lukas 2 : 25 – 35



TERIMALAH KESELAMATAN YANG DARI ALLAH




Pada waktu itu di Yerusalem ada seorang bernama Simeon. Ia orang baik, yang takut kepada Allah dan sedang menantikan saatnya Allah menyelamatkan Israel. Roh Allah menyertai dia, dan Roh Allah sudah memberitahukan kepadanya bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Raja Penyelamat yaitu Mesias yang dijanjikan Tuhan.
Oleh bimbingan Roh Allah, Simeon masuk ke Rumah Tuhan. Pada waktu itu Yusuf dan Maria membawa masuk Yesus, yang masih kecil itu untuk melakukan upacara yang diperintahkan hukum agama. Maka Simeon mengambil Anak itu dan menggendong~Nya, lalu memuji Allah, "Sekarang, Tuhan, Engkau sudah menepati janji~Mu. Biarlah hamba~Mu ini meninggal dengan tentram. Sebab dengan mataku sendiri aku sudah melihat Penyelamat yang daripada~Mu. Penyelamat itu Engkau telah siapkan untuk segala bangsa: bagaikan terang yang menerangi jalan bagi bangsa-bangsa yang lain, untuk datang kepada~Mu; yaitu terang yang mendatangkan kehormatan bagi umat~Mu Israel."
Ayah dan ibu Anak itu heran mendengar apa yang dikatakan Simeon tentang Anak mereka. Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, "Anak ini sudah dipilih oleh Allah untuk membinasakan dan untuk menyelamatkan banyak orang Israel. Ia akan menjadi tanda dari Allah, yang akan ditentang oleh banyak orang, dan dengan demikian terbongkarlah isi hati mereka. Kesedihan akan menusuk hatimu seperti pedang yang tajam."

Kedatangan Sang Mesias kini kita ingat dan syukuri tiap kali Natal menjelang, disertai pengharapan akan kedatangan~Nya yang kedua kali kelak. Kita menyebutnya Adven, bahasa Latin untuk kata kedatangan, yang dimulai empat minggu sebelum Natal. Apa yang kita lakukan dalam masa penantian ini ? Sibuk berbelanja, mencari tambahan penghasilan, atau mengambil waktu lebih banyak untuk merenungkan makna kedatangan~Nya ? Mari arahkan hati dan pikiran kita agar peka mendengar apa yang Dia inginkan dan kita lakukan menjelang perayaan Natal tahun ini, juga menjelang kedatangan~Nya yang kedua kali. Karena Dia datang PASTI memberikan KESELAMATAN bagi setiap umat yang percaya untuk memperoleh kehidupan yang kekal. Maukah anda dan saya selamat ?  maka marilah sambut kehadiran~Nya dan melaksanakan Firman~Nya dalam kehidupan. Terimalah keselamatan dari Allah. Amin (KAP)



2 Tawarikh 20 : 13 - 24




MENDENGAR TUHAN




Mendengar laporan bahwa suatu laskar yang besar akan datang dari sebrang laut asin, maka Yosafat menjadi takut sehingga ia mengambil keputusan untuk mencari Tuhan dan ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Mereka berkumpul untuk meminta pertolongan dari Tuhan. Keputusan untuk meminta pertolongan Tuhan merupakan suatu sikap yang bijaksana, dalam situasi sitauasi yang mencekam Yosafat akhirnya mendengar Tuhan, hal ini seakan mustahil terpikirkan, karena biasanya sangat mudah orang untuk mengandalkan diri sendiri di saat – saat kritis. 


Coba kita bayangkan seandainya kita sedang berada dalam situasi perang dan menjadi panglima dari sebuah regu kecil – tetapi harus melawan musuh yang sangat banyak, apa yang akan kita lakukan ? Mungkin hanya dua pilihan: Pertama, pilihan paling bijaksana yaitu lari menyelamatkan diri; atau kedua, pilihan untuk bunuh diri dengan cara yang paling berani: bertarung sampai mati. Namun Yosafat tidak memilih satu dari antara dua pilihan itu. Ia memilih pilihan yang paling cemerlang: mencari TUHAN dan meminta pertolonganNya ! Ia tidak dapat mengandalkan dirinya sendiri lagi saat itu. Bahkan, orang-orangnya pun tidak bisa diandalkannya lagi. Hanya satu jalan keluar yang jitu, meminta Allah berkenan membantu mereka dalam situasi sulit. Dan… tahukah akhirnya ? Allah sendiri yang bertempur bagi mereka tanpa membuat mereka harus angkat senjata !


Demikian jugalah sebaiknya cara Anda dan saya saat harus menghadapi seluruh situasi sulit dalam kehidupan – bahkan sekalipun tidak sulit ! Sebab orang-orang percaya yang insyaf akan kekuasan dan keperkasaan Allah tidak  pernah hanya bersandar pada sumber daya yang dimilikinya. Pemimpin besar bersandar pada sumber daya yang Allah miliki. Pemimpin besar juga selalu mencari Allah dalam setiap kelebihan dan keterbatasannya.


Jika kita mencari dan mengandalkan Allah dalam seluruh fase kehidupan kita, maka kita akan memperoleh pertolongan yang dibutuhkan. Jika kita mencari dan mengandalkan Allah, maka kita akan menemukan jawaban atas seluruh persoalan yang kita butuhkan. Hanya… biarkanlah Allah yang campur tangan langsung dan mengambil keputusan untuk diri kita. Seseorang pernah menulis, “Jika Anda tidak mengambil keputusan dalam hidup Anda, maka orang lain yang akan membuatnya untuk Anda.” Tetapi dalam hal ini, dengan mengakui kuat kuasa Allah dapat kita katakan, “Jika Anda kesulitan mengambil keputusan untuk hidup Anda,  maka Allahlah yang harus membuatnya untuk Anda.” Allah akan membuat cara terbaik bagi Anda ! Amin (KAP)

1 Tawarikh 1 : 25 - 33



KEMULIAAN




Keturunan adalah sangat dipentingkan oleh setiap orang dalam berkeluarga, orang bisa memiliki banyak anak atau sedikit anak atau bahkan tidak mempunyai anak keturunan sama sekali, itulah kehidupan manusia. Anugerah yang datang ke tiap – tiap orang berbeda antara satu dengan yang lain. Bahkan jika suatu keluarga sudah berusaha berobat ke sana ke mari untuk mendapatkan anak ternyata gagal dan akhirnya putus asa maka untuk memperoleh anak terkadang melakukan pengangkatan anak supaya ada penerus keluarganya. Jika sudah memiliki anak maka akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga. Demikian juga dengan kehidupan Abraham, ia mempunyai keturunan ialah Ishak dan Ismael (ayat 28). Dari dua anak inilah berkembang keturunannya. Alkitab mencatat bahwa ketika Ribka isteri Ishak mengandung Esau dan Yakub ternyata terjadi bertolak-tolakan di dalam rahimnya dan Firman Tuhan kepadanya: “dua bangsa ada di dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari bangsa yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda (Kejadian 25 : 22-23).  

Harapan orang tua terhadap anak – anaknya dan seluruh keturunannya tentu untuk mencapai kebahagiaan yang datang dari Tuhan, namun tidak sedikit orang yang keturunannya tidak dapat diandalkan bahkan cendrung melakukan perbuatan jahat dihadapan Tuhan, betapa kecewa dan bersedih orang tua yang mengalami hal seperti itu. Pada keturunan Abraham tidak semuanya baik – baik saja, ternyata keturunan Ishak yang diberkati “Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang dilangit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat”. Karena Abraham telah mendengarkan Allah dan memelihara kewajibannya kepada Allah dengan menjalankan segala perintah ~ ketetapan ~ dan hukum ~Nya (Kejadian 26 : 4 – 5)  

Berdasarkan kisah di atas menunjukkan bahwa kesetiaan kepada Allah akan memberikan berkat bagi keturunannya, tidak akan sia – sia untuk sebuah kesetiaan akan Allah. Bukti dalam kehidupan tokoh Abraham telah kita uraikan dalam nas ini. Kuasa Tuhan tidak berubah dai dulu sekarang dan akan datang. Tuhan memberkati. Amin (KAP)