Tampilkan postingan dengan label Jalan Kebenaran dan Hidup 02. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan Kebenaran dan Hidup 02. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2012

Imamat 5 : 1 - 6 : 13




MENANGGUNG KESALAHAN SENDIRI

Dalam hukum positif kesalahan biasanya dibedakan antara perbuatan sengaja dan perbuatan tidak sengaja, jika perbuatan itu telah dilakukan maka unsur tidak sengaja masih dapat dikatakan sebagai alasan pemaaf dalam arti masih dapat dikategorikan perbuatan yang tidak dapat dihukum misalnya disebabkan membela diri atau keadaan memaksa. Berbeda dengan nas ini ada 4 kategori dimana apabila seoarang berbuat dosa, yakni (1). jika ia mendengar seorang mengutuki, dan ia dapat naik saksi karena ia melihat atau mengetahuinya, tetapi ia tidak mau memberi keterangan, maka ia harus menanggung kesalahannya sendiri. (2). Apabila seseorang kena pada sesuatu yang najis, baik bangkai binatang liar yang najis, atau bangkai hewan yang najis, atau bangkai binatang yang mengeriap yang najis, tanpa menyadari hal itu, maka ia menjadi najis dan bersalah. (3). Atau apabila ia kena kepada kenajisan berasal dari manusia, dengan kenajisan apapun juga ia menjadi najis, tanpa menyadari hal itu, tetapi kemudian ia mengetahuinya maka ia bersalah. (4). Atau apabila seseorang bersumpah teledor dengan bibirnya hendak berbuat yang buruk atau yang baik, sumpah apapun juga yang diucapkan orang dengan teledor, tanpa menyadari hal itu, tetapi kemudian ia mengetahuinya, maka ia bersalah dalam salah satu perkara itu (ayat 1-4).  Ini menunjukkan bahwa kesalahan itu tidak dipandang dari sengaja atau tidak sengaja tetapi didasarkan kepada peristiwa itu telah terjadi maka seseorang itu bersalah.

Namun apabila seseorang bersalah dalam salah satu perkara di atas, maka orang itu  haruslah ia mengakui dosa yang telah diperbuatnya dan haruslah ia mempersembahkan kepada Tuhan sebagai tebusan salah karena dosa itu seekor betina dari domba atau kambing, menjadi korban penghapus dosa. Jadi pengampunan dosa sangat dipengaruhi oleh “pengakuan dosa” supaya dapat dihapus dosanya, dan dilaksanakan oleh imam mengadakan perdamaian bagi orang itu karena dosanya (ayat 5-6).

 Bagaimana dengan kehidupan kita sekarang ? Oleh karena semua orang tidak luput dari dosa maka mari kita serahkan hidup kita hanya kepada Tuhan, dengan memohon pengampunan dosa melalui doa yang kita panjatkan baik secara pribadi maupun melalui doa safaat atau melalui “perjamuan kudus”. Dia lah Yesus penebus dosa kita. Amin (KAP)

Selasa, 06 Maret 2012

MENOLONG ORANG LAIN BUKAN TINDAKAN BODOH


Ketika kecil saya mempunyai hobi nonton film kungfu, pada waktu beranjak SMP saya sudah bisa mencari uang sendiri walau dalam dalam bentuk sederhana sehingga hobi saya dapat tersalurkan untuk nonton di bioskop tanpa minta uang dengan orang tua.

Pada suatu ketika malam minggu akan diputar film kungfu kesenangan saya yang dibintangi oleh Cheng Lung dan Fhushen pada waktu itu sangat terkenal. Dengan semangat yang menggebu saya persiapkan diri dengan membawa uang secukupnya saya menuju bioskop. Namun diperjalanan tiba - tiba ada seorang tua yang dengan memelas kepada saya menyatakan bahwa dia "lapar"belum makan dan minta pertolongan saya. Mendengar kata "lapar" terhenyuh hati saya. Benarkah ??? apa dia bohong, pikiranku hanya sepintas mencurigai orang itu. Namun hati kecil saya berkata "tolong dia" tentunya sangat berlawanan dengan pikiran saya, bagaimana mau nonton pasti bisa batal karena uang hanya cukup untuk nonton.

Tidak banyak berpikir dan spontan dengan memenangkan suarahati saya serahkan uang itu kepada orang tua yang memerlukan pertolongan, dan akhirnya saya pulang ke rumah kembali berjalan kaki "MEMBATALKAN ACARA MENONTON di bioskop.

Ke esokan harinya saya menceritakan peristiwa itu kepada teman - teman di sekolah. Hampir 100% mereka mengatakan saya BODOH mau mengambil tindakan demikian, merugikan diri sendiri tidak jadi nonton. Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya iba dengan orang tua itu.

Saudara ku bagaimana tanggapan anda atas peristiwa saya ini, apakah anda sama dengan teman - teman saya mengatakan bahwa tindakan saya bodoh atau ada kata lain yang sejenisnya. Yang pasti Menolong orang lain bukan tindakan bodoh. Salam damai 

Imamat 6 : 14 – 7 : 21



KORBAN PERSEMBAHAN KEPADA ALLAH

Korban persembahan adalah bertujuan untuk memulian Allah, dalam nas ini dijelaskan bahwa ada beberapa korban persembahan kepada Allah antara lain yaitu (1). dengan korban sajian” yang dalam pelaksanaannya dibawa kehadapan Tuhan ke depan mezbah, inilah yang dilakukan oleh anak-anak harun. Semua korban sajian persembahan itu harus habis dibakar sehingga baunya menyenangkan hati Tuhan (6:14-15). Disamping itu ada pula (2). “korban penebus salah” yaitu korban untuk persembahan maha kudus, ditempat orang menyembelih korban bakaran disitulah harus disembelih korban penebus salah dan darahnya haruslah disiramkan pada mezbah itu sekelilingnya (7:1-2). Lebih lanjut juga ada (3).  “korban keselamatan yang harus dipersembahkan orang kepada Tuhan. Jikalau ia mempersembahkan  untuk memberi syukur haruslah beserta korban syukur itu roti bundar yang tidak beragi yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi yang diolesi dengan minyak, serta roti bundar dari tepung yang terbaik yang teraduk yang diolah dengan minyak (7:11)

Bagaimana dengan korban persembahan kita dimasa sekarang ini ? apakah masih relevan  dan perlu melakukan hal yang sama seperti masa nas di atas, tentunya kita harus menjawabnya dengan dasar Firman Tuhan pula. Tentang persembahan yang benar dikatakan “demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12 :1-2). Begitu pula dalam Ibrani 13:15-16 dikatakan pula sebab itu marilah kita, oleh Dia senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban – korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Tuhan Yesus Kristus telah mengorbankan diri-Nya sekali untuk selamanya sebagai korban penebus dosa, dan kita sebagai pengikut Kristus haruslah berkorban atas dasar itu. Mari aplikasikan dalam hidup sehari – hari. Tuhan memberkati kita semua. Amin (KAP)

Imamat 5 : 1 - 6 : 13



MENANGGUNG KESALAHAN SENDIRI

Dalam hukum positif kesalahan biasanya dibedakan antara perbuatan sengaja dan perbuatan tidak sengaja, jika perbuatan itu telah dilakukan maka unsur tidak sengaja masih dapat dikatakan sebagai alasan pemaaf dalam arti masih dapat dikategorikan perbuatan yang tidak dapat dihukum misalnya disebabkan membela diri atau keadaan memaksa. Berbeda dengan nas ini ada 4 kategori dimana apabila seoarang berbuat dosa, yakni (1). jika ia mendengar seorang mengutuki, dan ia dapat naik saksi karena ia melihat atau mengetahuinya, tetapi ia tidak mau memberi keterangan, maka ia harus menanggung kesalahannya sendiri. (2). Apabila seseorang kena pada sesuatu yang najis, baik bangkai binatang liar yang najis, atau bangkai hewan yang najis, atau bangkai binatang yang mengeriap yang najis, tanpa menyadari hal itu, maka ia menjadi najis dan bersalah. (3). Atau apabila ia kena kepada kenajisan berasal dari manusia, dengan kenajisan apapun juga ia menjadi najis, tanpa menyadari hal itu, tetapi kemudian ia mengetahuinya maka ia bersalah. (4). Atau apabila seseorang bersumpah teledor dengan bibirnya hendak berbuat yang buruk atau yang baik, sumpah apapun juga yang diucapkan orang dengan teledor, tanpa menyadari hal itu, tetapi kemudian ia mengetahuinya, maka ia bersalah dalam salah satu perkara itu (ayat 1-4).  Ini menunjukkan bahwa kesalahan itu tidak dipandang dari sengaja atau tidak sengaja tetapi didasarkan kepada peristiwa itu telah terjadi maka seseorang itu bersalah.

Namun apabila seseorang bersalah dalam salah satu perkara di atas, maka orang itu  haruslah ia mengakui dosa yang telah diperbuatnya dan haruslah ia mempersembahkan kepada Tuhan sebagai tebusan salah karena dosa itu seekor betina dari domba atau kambing, menjadi korban penghapus dosa. Jadi pengampunan dosa sangat dipengaruhi oleh “pengakuan dosa” supaya dapat dihapus dosanya, dan dilaksanakan oleh imam mengadakan perdamaian bagi orang itu karena dosanya (ayat 5-6).

 Bagaimana dengan kehidupan kita sekarang ? Oleh karena semua orang tidak luput dari dosa maka mari kita serahkan hidup kita hanya kepada Tuhan, dengan memohon pengampunan dosa melalui doa yang kita panjatkan baik secara pribadi maupun melalui doa safaat atau melalui “perjamuan kudus”. Dia lah Yesus penebus dosa kita. Amin (KAP)

Senin, 06 Februari 2012

Mazmur 18 : 37 - 45



ALLAH PEMBELA YANG AGUNG

Dalam hidup banyak hal yang bisa terjadi, ada kalanya kita diperhadapkan pada hal – hal yang rumit bahkan kita sering berada dalam situasi yang sangat sulit. Persoalan kecil bisa menjadi besar, hal yang tidak masalah akan menjadi masalah, hubungan baik menjadi retak dan lain sebagainya. Bagaimana kita menyikapi persoalan ini ? tentu perlu kita mencari jalan keluar untuk setiap persoalan kita, tentunya kita membutuhkan pembela yang setia melindungi kita dari masalah – masalah tersebut. Ada orang yang minta pertolongan dengan kekuatan illah lain bahkan sampai menyangkal akan Tuhan. Tetapi yang benar adalah kita mencari pembelaan hanya kepada Tuhan. Yang pasti semua orang akan mencari pembela yang agung dan setia. “Kau berikan tempat lapang untuk langkahku dan mata kakiku tidak goyah. Aku mengejar musuhku sampai kutangkap mereka, dan tidak berbalik sebelum mereka kuhabiskan” (ayat 37-38).  Begitu kuatnya sang pembela itu, yang telah melindungi dengan kekuatan yang luar biasa, sampai aku diberikan kemampuan untuk bisa meremukkan mereka sehingga mereka tidak dapat bangkit lagi bahkan rebah di bawah kakiku. Bahkan dengan keperkasan untuk berperang Engkau tundukkan ke bawah kuasaku (ayat 39).

Lebih lanjut nas ini menjelaskan bahwa semua musuh lari tunggang langgang dan orang – orang yang membenci menjadi binasa, walaupun mereka berteriak minta tolong tetapi tidak ada yang menyelamatkan, mereka berteriak kepada Tuhan, tetapi tidak menjawab mereka. (40 – 42). Peristiwa dalam nas ini menunjukkan bahwa begitu perkasanya dan tak terkalahkan oleh lawan, menggiling mereka sampai halus mencampakkan seperti lumpur di jalan. Tidak ada satu kekuatan lain yang mampu menghalaunya. Bahkan Bangsa – bangsa yang tidak dikenal menjadi hamba. Kalau sudah demikian apa lagi yang membuat kita takut dan gentar karena Allah adalah pembela yang Agung, dari segala macam perkara dapat kita selesaikan atas pertolongan-Nya. Oleh sebab itu marilah kita yang sudah dibenarkan karena iman, maka kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus yang telah menjadi penebus dosa manusia. Amin (KAP) 

Mazmur 18 : 30 - 36

ALLAH PERISAI BAGI SEMUA ORANG

Siapa yang berani mengandalkan dirinya sendiri dalam hidup maka akan kecewa karena tidak ada seorangpun yang mampu mengatasi segala sesuatu tanpa pertolongan Tuhan, demikian pernyataan yang sering diucapkan oleh rohaniawan baik dalam kotbah maupun dalam pelayanan konselling dengan jemaat. Benarkah demikian ? Tentu bagi orang yang tidak atau kurang mengenal Tuhan akan membantahnya dengan mengatakan bahwa “semuanya yang saya dapatkan ini adalah hasil jerih payah dengan kerja keras  !! dia mengatakan dirinya hebat, pintar, dan lain sebagainya. Sedangkan sebahagian orang ada yang mengatakan’ semua yang saya peroleh adalah berkat pertolongan Tuhan”. Berdasarkan nas ini tertulis “karena dengan Engkaulah aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok. Adapun Allah jalannya sempurna; janji Tuhan adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya. Sebab siapakah Allah selain dari Tuhan dan siapakah gunung batu kecuali Allah kita ? (ayat 30-32).

 Allah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata; yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit. Yang mengajar tanganku berperang sehingga lenganku dapat melenturkan busur tembaga (ayat 33-35), setiap orang yang bersikap berserah kepada-Nya tentu akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa dalam setiap langkah, rintangan sebesar apapun akan mampu dihadapi, bahkan sampai dengan perkara yang di luar kemampuan akan dapat di atasi dengan baik.  Bagaimana dengan diri kita ? apakah hidup kita mengandalkan Tuhan ? Selayaknya hidup kita ini akan binasa oleh dunia, hanya berkat pertolongan-Nya kita mampu menjalaninya, kita sadari atau tidak bahwa tangan Tuhan selalu menjaga agar kita kuat menghadapinya. “Tuhan adalah kekuatanku bersama Dia kutak akan goyah” demikian salah satu bait syair lagu yang sering kita nyanyikan, tentu ini bukan hanya sekedar kalimat tetapi iman percaya kita yang meyakinkan itu, tidak ada kekuatan lain selain Allah, biar bumi bergoyang dan langit runtuh.

Oleh karena itu mari kita serahkan hidup kita hanya kepada Tuhan, Dia berikan perisai keselamatan kepada kita, tangan kanan-Nya menyokong kita dan kemurahan-Nya membuat kita besar (ayat 36). Kalau sudah Tuhan sebagai perisai mengapa kita harus takut menghadapi dunia ini. Tuhan beserta kita. Amin (KAP) 






Minggu, 02 Oktober 2011

Matius 26 : 6 - 13



PERSEMBAHKAN YANG TERBAIK DALAM HIDUPMU

          Ketika seorang perempuan datang kepada Yesus dengan membawa sebuah buli – buli pualam yang berisi minyak wangi yang mahal dan di curahkannya ke atas kepala Yesus yang sedang duduk makan, beraksi pula murid – murid Yesus dan berkata “untuk apa pemborosan ini” sebab minyak itu mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang miskin (ayat 7-9). Murid Yesus mengandalkan pikirian dalam menyikapi perbuatan perempuan itu, sehingga mau mengatakan apa yang dilakukannya perempuan itu adalah sia – sia, tidak bernilai dan tidak bermanfaat. Itulah jalan pikiran manusia yang sering memperhitungan untung dan rugi dalam bertindak.

          Persembahan seorang perempuan itu adalah yang terbaik disampaikan kepada Yesus, dia tidak pernah berpikir kerugian atas perbuatannya, semua itu dilakukan dengan tulus ikhlas, tetapi justru orang lain yang tidak mempersembahkan merasa rugi. Peristiwa ini sungguh dapat menjadi pelajaran berharga buat kita. Jangan pernah kita berhitung untung – rugi dalam Tuhan, tidak ada ruginya kalau kita melakukan perbuatan yang menyenangkan hati Tuhan. Bahkan sebaliknya karunia berkat yang berlimpah yang kita dapatkan dari Tuhan.

           Perempuan itu telah membuka mata hati semua orang bahwa apa yang ia lakukan merupakan cerminan sikapnya terhadap Tuhan Yesus, dia yakin dan percaya akan Tuhan Yesus, sehingga tanpa ragu dan bimbang dia melakukannya dihadapan para murid – murid Yesus. Dia sudah melakukan yang terbaik untuk Tuhan. Apakah kita bisa seperti perempuan itu ? hal inilah yang perlu kita sikapi, persembahkan hidup kita kepada Tuhan, karena itulah yang terbaik saat ini, bukan harta duniawi yang diperlukan oleh Tuhan, sebab kalau kita memberikan persembahan bukan berarti karena Tuhan kekurangan. Amin (KAP)


Senin, 05 September 2011

Kolose 3 : 23 - 25


BERBUATLAH DENGAN SEGENAP HATIMU 
MAKA 
TUHAN AKAN MEMBERIKAN UPAH

Dalam hukum positif bahwa suatu perkara dapat dihukum adalah jika sudah dimulainya suatu perbuatan, misalnya seorang pencuri sepeda sudah dikategorikan sebagai pencuri apabila perbuatannya sudah dimulai dengan bergeraknya sepeda dari tempat asalnya berpindah ke tempat lain. Suatu perbuatan pasti menimbulkan akibatnya. Jika seseorang melakukan perbuatan negatif maka akibatnya juga negatif sedangkan jika melakukan perbuatan positif maka akibatnya juga positif. Dalam nas ini kita diminta untuk melakukan setiap perbuatan dengan segenap hati yang dilakukan untuk Tuhan bukan untuk manusia (ayat 23). Dengan perkataan lain ini adalah perbuatan positif, artinya apa pun perbuatan kita harus dilakukan yang berkenan dihadapan Tuhan.

Kalau kita mau mengetahui lebih dalam lagi atas akibat perbuatan yang di lakukan dengan sepenuh hati maka kita akan mendapatkan upahnya dari Tuhan, bukan dari manusia (ayat 24). Bagaimana  Bentuk upahnya tidak diperinci oleh nas ini, tetapi dapat diartikan bahwa bukan semata – mata materi kebutuhan jasmani tetapi lebih dari daripada itu, karunia berkat yang berkelimpahan dari Tuhan. Hak mutlak Tuhan untuk memberikan apa yang dibutuhkan oleh kita bukan apa yang kita minta bahkan upah sorgawi yang kita dapatkan dari Tuhan.

Tuhan tidak hanya memberikan upah tetapi juga memberikan hukuman kepada barangsiapa berbuat kesalahan dan dia akan menanggung kesalahan itu dengan segala akibatnya. Hal ini ditegaskan dalam ayat (25) tanpa memandang siapapun dia, tidak ada perlakuan khusus atau istimewah seperti apa yang dilakukan oleh manusia cendrung pilih kasih, membedakan status, tidak bersikap adil dalam menyikapi kesalahan orang lain. 
 

Untuk itu perlu kiranya kita memperbaiki diri dengan bercermin pada nas ini, tidak ada perbuatan yang tidak beresiko, berbuatlah positif. Perbuatan kita harus dibawa pengendalian diri dan menjadi pedoman kita untuk selalu ingat akan firman Tuhan. Kita harus bersabar dan harus meneguhkan hati karena kedatangan Tuhan sudah dekat (1 Petrus 5 ayat 8). Amin (KAP)


Sabtu, 06 Agustus 2011

Ibrani 12 : 4 - 11

TERIMA DIDIKAN ALLAH

Hidup ini penuh dengan pergumulan, terkadang kita jatuh dalam pencobaan sehingga mengakibatkan jatuh dalam dosa, godaan dunia sangat menjanjikan, adapun pengharapan yang dijanjikan seperti kekayaan, kecantikan, awet muda, hidup mewah, hidup bebas bahkan ada tawaran untuk menggampangkan mendapatkan sesuatu dengan melalui berhala dan sebagainya. Kekuatan dunia begitu mempengaruhi hidup kita, bahkan ada yang mengatakan “jangan ketinggalan jaman” semuanya serba instan tidak perlu repot ke Gereja untuk beribadah cukup di mall kita juga bisa ibadah karena selesai ibadah langsung bisa jalan – jalan dan belanja. Bagaimana kita menghadapi semua ini ? Untuk itu dalam nas ini Tuhan mengingatkan kita bahwa pergumulan yang terjadi belum sampai mencucurkan darah jangan lupa akan didikannya “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila angkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya (ayat 4-6).

Dalam nas ini selanjutnya dikatakan Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Dimanakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya ? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. Selanjutnya dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh supaya kita boleh hidup ? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. (ayat 7-10).

Sungguh didikan yang meningkatkan kualitas hidup menuju keselamatan, maukah kita menerima didikan itu dengan lapang dada dengan mengendalikan diri tidak melakukan perbuatan yang tidak berkenan dihadapan Tuhan, semuanya diserahkan kepada diri kita masing – masing untuk menanggapinya, yang jelas bahwa tidak ada didikan yang salah dari Allah dan pasti Dia tidak akan membiarkan kita jatuh ke dalam kesengsaraan. Karena memang tiap – tiap ganjaran pada waktu ia berikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya (ayat 11). Amin (KAP)
 

Rabu, 20 April 2011

2 Korintus 4 : 16 - 18



JANGAN TAWAR HATI


Dalam hidup manusia banyak yang tidak kita mengerti rahasia Allah begitu mengagumkan dan melampuai akal pikiran manusia. Kelemahan fisik seperti penderitaan sakit - penyakit terkadang membuat lemah kualitas iman bahkan lebih parah lagi meninggalkan iman percayanya dengan menyembah illah lain demi kesembuhan bahkan berupaya berobat sampai ke luar negeri dengan mengeluarkan biaya yang besar, padahal; semuanya itu adalah tergantung bagaimana kehendak Tuhan, tidak ada seorang manusiapun yang dapat memastikan kesembuhan atas kemampuan sendiri. Bahkan dokter ahli selalu mengatakan “mari kita serahkan kepada Tuhan” karena dia sadar bahwa kemampuannya terbatas. Jadi apapun yang kita lakukan hanya sebatas pengharapan. Sungguh menyedihkan jika hal itu terjadi dalam hidup kita sebab kita tidak perlu tawar hati meskipun manusia lahiriah kita  semakin merosot, namun manusia batiniah kita diperbaharui dari hari ke sehari (ayat 16). Dalam nas ini memunjukkan bahwa ada 2 hal yang berbeda  dalam kehidupan kita yaitu lahiriah yang semakin lama semakin tua dan fisik yang merosot seharusnya tidak di ikuti dengan merosotnya kualitas iman kita karena  batiniah diperbaharui setiap hari.

Penderitaan yang kita alami sebesar apapun yang kita rasakan adalah termasuk ringan jika dibandingkan dengan mengerjakan kemulian kekal yang melebihi segala-galanya (ayat 17). Berbahagialah orang yang menderita karena memjalankan Firman Tuhan. Lebih tegas lagi dkatakan bahwa “sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah ((1 Petrus 2 : 20)

Seharusnya kita tidak memperhatikan yang kelihatan melainkan yang tidak kelihatan karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal (ayat 18). Mengapa ? sebab jika rumah kita di bumi di bongkar, maka Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh manusia. Jadi selayaknya kita tidak perlu takut, bimbang, khawatir terhadap apapun yang terjadi dalam kehidupan yang sementara ini, kita yakini bahwa Tuhan pasti menyediakan tempat yang indah di surga. Amin (KAP)