Kamis, 04 April 2013

BPKS DIMINTA SEGERA FUNGSIKAN PELABUHAN

MOKI, SABANG-Wali Nanggroe Provinsi Aceh Malik Mahmud dan Gubernur Aceh Dr. Zaini Abdullah melakukan kunjungan kerja ke Kota Sabang Sabtu (30/03) pagi, turut juga dalam rombongan Adnan Ganto selaku Dewan Pengawas BPKS dan Ketua DPR Aceh.
Gubernur Aceh Dr. Zaini Abdullah pada kunjungan kerja kali ini didampingi Wali Nanggroe Provinsi Aceh Malik Mahmud dan Adnan Ganto selaku Dewan Pengawas BPKS serta Ketua DPRA adalah untuk melihat dan meninjau langsung Proyek yang telah dikerjakan oleh BPKS di tahun 2012.
Walikota Sabang Zulkifli H Adam bersama Wakil Walikota Nazaruddin dan Kepala BPKS Sabang Fauzi Husin yang didampingi Muspida dan Muspida Plus, serta Ketua DPR Kota Sabang, mengadakan penyambutan dengan pengalungan bunga di Pelabuhan Feri Balohan, selanjutnya langsung menuju lokasi yang akan dibangun Pabrik Solar Cell di Ulee Krueng Balohan Kecamatan Sukakarya.
Rombongan Gubernur yang rencananya hanya 5 jam berada di Sabang, melanjutkan peninjauan lokasi pembangunan Dermaga CT 3 yang telah selesai di tahun 2012 dan lokasi pelabuhan CT 1 yang telah siap pakai, sebelum mereka beristirahat untuk makan siang di Tuna Café Ujung Kareung, setelah itu rombongan menuju Mesjid Raya Kota Sabang Babbusalam untuk melakukan sholat bersama.
Kunjungan juga dilakukan ke Rumaha Sakit Angkatan Laut J. Lilypory untuk melihat cara kerja Chamber MultiPlace Hyperbaric yang telah selesai dibuat tahun 2012, Chamber adalah sebuah alat tabung untuk pertolongan saat terjadi kecelakaan laut seperti Dekompresi Signes. Kepada rombongan juga diterangkan bahwa Chamber  dapat dijadikan sebagai alat untuk pengobatan terapi terhadap berbagai penyakit seperti, DM, Stroke, Impotensi, Invertilitas, Barotrauma, Dekompresi Signes (penyakit peyelaman) dan berbagai macam penyakit lainya serta perawatan kecantikan.
Selepas dari Rumkital J.Lilypory rombongan menuju Bandara Umum yang dilanjutkan menuju Kantor Pusat BPKS untuk melakukan pertemuan membicarakan hasil kunjungan ke lokasi Kawasan Sabang. Pada pertemuan yang dilaknasakan di Aula BPKS, Walikota Sabang Zulkifli H Adam dalam laporannya kepada Gubernur Aceh mengatakan, sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada Wali Nanggroe dan Gubernur Aceh, Ketua DPRA, Dewan Pengawas BPKS dan rombongan yang telah  meluangkan waktunya untuk berkunjung ke Kota Sabang. 
Dikatakan, dengan letak yang strategis, apabila Pemerintahan Aceh dan Pemerintahan RI mau lebih memperhatikan kondisi dan letak yang sangat strategis Kota Sabang terutama pada usaha bidang ke Pelabuhanan, hal tersebut berpeluang karena banyaknya kapal-kapal yang melintasi daerah perairan pulau Weh setiap harinya mencapai 200 kapal dari berbagai jenis, dan juga sebagai batas wilayah paling ujung RI yang berhadapan dengan selat malaka maka perniagaan pelayaran sangatlah potensi, selanjutnya  kondisi alam parawisata yang telah dikenal oleh turis manca Negara perlu penataan yang lebih professional dan membutuhkan biaya yang besar.
Pelabuhan Teluk Sabang salah satu pelabuhan alam yang mempunyai kedalaman minimum 29 meter merupakan nilai jual tinggi bagi kapal-kapal untuk singgah di pelanuhan Sabang, apalagi kini pihak BPKS telah menyelesaikan tahap pembangunan Dermaga Pelabuhan CT 3, dan kini hanya tinggal tahap membebaskan tanah disekitar untuk memperluas areal wilayah pelabuhan penumpukan barang Peti Kemas, ujar Walikota Sabang.
Walikota juga menambahkan, sumber mata air di Kota Sabang ada 13 titik yang besar, meskipun Sabang hanya pulau yang kecil tetapi mempunyai beberapa buah danau, diataranya Danau Aneuk La’ot, Danau Paya Seunara yang kini telah diubah menjadi Waduk, Danau paya kareung dan beberapa danau kecil, dan ada juga Air terjun. Potensi ini sangatlah langka untuk sebuah daerah pulau kecil yang terhitung daerah pulau terpencil dan terluar yang juga  batas Nol Republik ini, tambah Walikota.
Free Port Harus Berjalan ujar Gubernur Aceh.
Gubernur Aceh Dr. Zaini Abdullah selaku Ketua Dewan Kawasan Sabang (DKS), setelah melaksanakan peninjauan pembangunan kawasan Sabang oleh BPKS mengatakan, memang alam wisata di Sabang sangat menakjubkan dan masih alami belum ternoda.
Kepada Walikota sebagai Kepala Pemerintahan Kota dan Wakillikota Sebagai Wakil Kepala Pemerintahan lebih serius mengutamakan pembangunan Industri Wisata yang sangat menjanjikan bagi kemajuan dunia perwisataan di Sabang, BPKS diminta dapat mendukung Program Wisata Pemerintah Daerah dan tugas itu menjadi tanggung jawab bersama, kata Gubernur. 
Ditegaskannya, Fauzi Husin selaku Kepala BPKS yang baru hendaknya dapat bergerak memajukan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang, jadi jangan hanya jalan ditempat, kan fasilitas kepelabuhanan telah memadai untuk dilakukannya pekerjaan bongkar muat juga telah siap menampung kapal-kapal yang akan melaksanakan bongkar muat di lokasi pelabuhan CT 3.
Perlu diketahui, dana yang telah dikeluarkan untuk pembangunan pelabuhan CT 3 telah mencapai Triliunan rupiah, jadi bila kita perkalikan secara berdagang kita sudah bisa bangkrut karena uang yang dikeluarkan dengan yang masuk tidaklah sesuai. “Saya tegaskan sekali lagi, kepada kepala BPKS agar dapat dengan segera merencanakan untuk kegiatan kepelabuhanan sesuai denga status Kota Sabang Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas”, kata Gubernur Aceh.
Asset yang dimiliki BPKS sekarang ini telah cukup memadai tetapi sampai dengan sekarang asset itu masih tidur ujar Gubernur pula, jadi BPKS harus dapat melakukan Lobi-lobi kepada Investor dari luar agar kegiatan pelabuhan dapat berjalan, segala sesuatu mengenai peraturan yang belum ada agar segera dapat ditindak lanjuti untuk diajukan ke Pemerintah Pusat.
Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang harus dapat berjalan sesuai dengan UU N0. 37 tahun dan UUPA sebab, sudah lebih dari sepuluh tahun Status Sabang sebagai Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas tetapi manfaatnya belum dapat dirasakan padahal, Pelabuhan Bebas bukanlah hal yang baru untuk Kota Sabang karena semasih Zaman Hindia Belanda tahun 1901 Sabang pernah maju, Ujar Gubernur.
Kita ini sekarang jauh lebih mundur dari Zaman Hindia Belanda sebab, Sabang pernah menjadi salah satu Pelabuhan tersibuk di dunia Pelayaran, kegiatan kepelabuhan masa itu masuk katagori nomor 3 tersibuk di Dunia setelah Belanda yang juga Pelabuhan Bebas, masa itu Pelabuhan Singapore saja belumlah seperti sekarang ini begitu juga Pelabuhan lainnya di Asean, jadi tugas kita khususnya BPKS kembali mengangkat Kota Pelabuhan Sabang di percaya oleh Investor Asing untuk menanamkan Investasinya dalam kegiatan bongkar muat Pelabuhan, Kata Gubernur Aceh, Dr. Zaini Abdullah.  
Dewan Pengawas BPKS Adnan Ganto pada arahannya mengatakan, kita tidak boleh melihat kebelakang sebab akan banyak yang enak dan tidak enaknya. Dulu banyak hal yang terkendala sebab tidak singkronnya kerjasama antara Piminan BPKS dan Walikota selaku Kepala Pemerintahan Kota Sabang, tetapi kini kita mengharapkan kerja sama itu dapat terjalin sebab Walikota juga selaku anggota DKS bersama Bupati Aceh Besar.
Adnan juga mengatakan, selama ini ada juga Investor yang akan masuk tetapi pada dua tahun terakhir ini mereka enggan dikarenakan terjadinya ledakan di Aceh Besar oleh Teroris sehingga mereka takut berinvestasi ke Aceh, namun sekarang ini telah aman apalagi khususnya Kota Sabang yang sejak dulunya jauh dari konflik apalagi di sini ada TNI AD, AL dan AU, jadi personil pihak TNI lengkap ditambah lagi ada Polres.
“Pimpinan BPKS harus dapat menjalin kerjasama ini bersama Walikota, Muspida dan Muspida Plus serta Instansi terkait seperti Bea Cukai, Karantina dan Syahbandar, tujuannya agar para Investor mendapat jaminan Keamanan dan kenyamanannya saat berinvestasi baik saat membangun Pabrik maupun saat melaksanakan bongkar muat barang Peti Kemas ataupun berupa jenis barang Cargo untuk dilukakan penumpukan barang di Sabang”, kata Gubernur.
Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud pada arahannya mengatakan, Kota Sabang  merupakan asset Wisata yang paling besar dimiliki Aceh khususnya Republik Indonesia, tetapi sayangnya belumlah terpakai, padahal posisinya paling Strategis dipintu Barat masuk selat malaka dan paling vital bagi Pertahanan Negara, ujar Wali Nanggroe.
Pemandangan alam yang belum tersentuh dan terpoles merupakan modal wisata bahari yang sangat menjanjikan bagi kemajuan Sabang selain Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas, sementara Malaysia dan Singapore merupakan pintu masuk wilayah timur telah maju pesat padahal pelabuhan Kuala Lumpur dan Johor terbilang baru bila kita bandingkan dengan Sabang ditahun 1901 Free Port awal Zaman Hindia Belanda, dan kita sebagai satu-satunya daerah pintu masuk wilayah barat selat Malaka sampai dengan sekarang belum lagi bergerak, ujar Malik Mahmud.
Polemic yang ada selama ini karena kurangnya koordionasi pihak BPKS dengan Pemerintah dan juga dengan para pedagang-pedagang, jadi tiga dimensi ini harus kompak, kedepan dibawah kepemimpinan Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Zaman Aceh era baru ini, hubungan itu sudah semakin membaik dan telah lebih ditingkatkan antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kota Sabang juga dengan Angkatan Perang, jadi tidak ada istilah tidak bisa maju apalagi pelabuhan CT3 yang bertaraf Internasional telah selesai, tunggu apalagi.
Ditambahkannya, Aceh kini telah aman dan Investasi sudah dapat ditanamkan di Sabang, jadi lobi-lobi sudah harus dilakukan oleh BPKS kepada para pedagang dari luar negeri untuk berinvestasi sebab, bila kita perbandingkan dana yang sudah keluar tidak Balans maka setiap rupiah yang keluar harus kita Provit, oleh karena itu pelabuhan harus dapat berjalan untuk melakukan bisnis yang menghasilkan, seperti Bisnis Maritime Internasional,Turis Internasional  harus ditingkatkan kerjasama antar  Luar Negeri sebab, segala fasilitasnya telah terdedia, pungkas Wali Nanggroe. (Tiopan. AP)

Foto  :  
  1. Gubernur Aceh, Wali Nanggroe, Dewan Pengawas BPKS dan Ketua DPRA beserta rombongan ketika disambut Walikota Sabang Zulkifli H Adam di Pelabuhan Feri Balohan Kecamatan Sukajaya Sabang.
  2. Ketika Melakukan Pertemuan Hasil Kunjungan ke Lokasi Kawasan Sabang di Aula Kantor Pusat BPKS Kuta Barat (Sabang Fair) Kota Sabang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar