Senin, 07 Oktober 2013

Dinasti Keluarga Atut & Kemiskinan di Banten

Dinasti Keluarga Atut & Kemiskinan di Banten
TEMPO.CO, Jakarta - Politik Dinasti Banten kembali disorot setelah KPK menangkap Tubagus Chaeri Wardana, adik Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Publik dibuat tercengang dengan hasil sitaan KPK di rumah Wawan - panggilan Tubagus Chaeri di Jalan Denpasar, Jakarta. Ada 11 mobil mewah terparkir di rumahnya.
Mobil mewah dan upaya suap hingga miliaran rupiah itu sangat ironis mengingat masih banyak warga Banten yang miskin. Berita Resmi Statistik Provinsi Banten menyebutkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2013 mencapai 626.243 orang (5,74 persen), naik dibandingkan September 2012 sebesar 648.254 orang (5,71 persen).
Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan). Pada Maret 2013, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 70,87 persen, tidak jauh berbeda dengan September 2012 yang sebesar 71,06 persen.
Lima komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, mie instan dan tempe. Sedangkan, lima komodoti makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis kemiskinan di pedesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, kopi dan gula pasir.
Peningkatan jumlah dan persentase penduduk miskin selama periode September 2012 - Maret 2013 di perkotaan karena inflasi umum relatif tinggi, yaitu sebesar 3,80 persen. Selain itu, Perekonomian Banten Triwulan I 2013 melambat menjadi 5,76 persen, dibandingkan dengan keadaan Triwulan III 2012 yang mencapai 5,92 persen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar