Rabu, 25 April 2012

Roma 8 : 22 – 27


PENGHARAPAN

Paulus dalam nas ini mengatakan ada 3 jenis keluhan yaitu keluhan ciptaan (ayat 22), orang percaya (ayat 23) Dan Roh Kudus (ayat 26). Ciptaan Allah dikiaskan sebagai seorang ibu yang bersalin. Memang gambaran itu sangat tepat, karena penderitaan yang dialami sangat susah, tetapi ada tujuan dan harapan yang indah, sama seperti pengalaman seorang ibu yang mau melahirkan. Lebih lanjut mengenai rintihan yang ke dua, yaitu rintihan orang percaya yang hidup menurut Roh Allah adalah kehadiran Roh Kudus dalam kita dan juga karya Roh Kudus dalam diri kita yang diuraikan dalam nas ini  menyebut bahwa Allah menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh karena Roh~Nya yang diam di dalam kita. Sekarang secara tidak lengkap Roh Allah melayani kita, atau "memimpin" kita, sehingga tubuh jasmani kita dipakai untuk menyatakan hidup Allah, tetapi mengingat apa yang dikatakan dalam ayat 26 rupanya pelayanan Roh zaman ini tidak menutup semua "kelemahan-kelemahan kita". Kalau tubuh jasmani kita sudah dibangkitkan, maka kita akan menyatakan hidup Allah secara sempurna. Dalam hidup kita harus puas dengan buah sulung Roh. Tetapi secara praktis, hasil tersebut tidak memuaskan, sehingga kita juga merintih dalam hati.

Orang percaya yang hidup menurut Roh Allah memang "merintih", karena tidak puas dengan kerohanian dirinya sendiri, tetapi keadaan tidak puas tersebut diimbangi dengan unsur pengharapan yang dimiliki. Tetapi Paulus mengingatkan kita bahwa pada hakikatnya pengharapan merupakan sesuatu yang belum dilihat, atau belum dialami. Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun (ayat 25). Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu bagaimana sebenarnya berdoa; tetapi roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan – keluhan yang tidak terucapkan. 

Bukan hanya itu saja, tetapi kita juga bermegah dalam kesengsaraan karena kita tahu bahwa kesengsaraan menimbulkan ketekunan. "Paulus tidak menawarkan kehidupan Kristen yang bebas penderitaan. Dia menawarkan kehidupan Kristen yang susah, di mana kita merintih, tetapi rintihan kita disertai dengan pengharapan, dan pengharapan kita disertai dengan ketekunan. Jadi kesabaran menghasilkan suatu watak yang kuat dalam diri kita serta menolong kita supaya senantiasa lebih mempercayai Allah setiap kali kita bersabar, sampai akhirnya pengharapan dan iman kita menjadi kuat dan teguh. Amin (KAP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar