Senin, 12 Agustus 2013

2 Rajaraja 17 : 24 – 41



PASRAH

          Keteguhan hati untuk setia kepada Tuhan tidaklah mudah, keadaan dan situasi dunia sangat mempengaruhi sikap manusia dalam bertindak. Ini banyak kita lihat tumbuh dan berkembangnya allah lain yang seolah – olah lebih tinggi dari Allah yang kita sembah. Janji kesembuhan, janji kekayaan dan janji keselamatan sering ditawarkan oleh allah dunia, begitu menggoda hati sehingga banyak orang yang menjadi pengikutnya. Hal ini juga sudah terjadi jauh sebelumnya yaitu dijaman raja Asyur. Orang Babel membuat patung Sukot-Benot, orang kuta membuat patung Nergal, orang Hamat membuat patung Asima, orang Awa membuat patung Nibhas dan tartak (ayat 30-31). Padahal Tuhan telah mengadakan perjanjian dengan mereka dan memberi perintah kepada mereka “janganlah berbakti kepada allah lain, janganlah sujud menyembah kepadanya, janganlah beribadah kepadanya dan janganlah mempersembahkan korban kepadanya” (ayat 35). Namun semuanya dilanggar oleh mereka. 

          Dalam ayat 38 lebih penekan lagi “janganlah kamu melupakan perjanjian yang telah kuadakan dengan kamu dan janganlah kamu berbakti kepada allah lain. Tetapi mereka tidak mau mendengarkan melainkan mereka berbuat sesuai dengan adat mereka yang dahulu. Mengapa bisa demikian kerasnya hati orang – orang ini ? ternyata penyebabnya adalah akibat dari perkawinan campuran diantara orang Israel dengan orang asing yang hasilnya adalah suatu campuran tradisi agama dan budaya asing dengan kebiasaan yang berbeda. Sehingga mereka berbuat sesuai dengan adatnya dengan mengabaikan hukum Tuhan dan perintah Tuhan seperti yang disampaikan kepada anak – anak Yakub yang telah di namai~Nya Israel. 

        

Jika kita mengamati kondisi jaman sekarang, demikian juga yang terjadi, perkawinan campuran menimbulkan masalah dalam keluarga terlebih dengan tidak adanya kesamaan iman. Banyak keluarga Keristen yang meninggalkan Tuhan hanya karena perkawinan, apalagi perkawinan antar suku atau antar Negara. Ada pula perkawinan yang mempertahankan keyakinan dan agamanya sehingga anak – anak keturunannya harus memilih salah satu keyakinan dari orang tuanya.  Untuk itu Tuhan telah mengajarkan kepada kita melalui nas ini jangan melakukan keinginan sendiri serahkanlah hidupmu kepada Tuhan, pasrahkan semuanya akan diatur oleh Tuhan karena jalan hidup manusia hanya Tuhan yang tahu,  jalan kebenaran dan hidup hanyalah Yesus. Amin (KAP)  



Aku bersama Gernhard Matthew Panjaitan XVI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar